Danantara Siap Terjun ke Proyek Energi Strategis RI, Gigin Praginanto Berharap Bukan Food Estate

MALANG – Badan Pengelola Investasi (BPI) dikabarkan akan melakukan investasi di proyek-proyek strategis energi di Indonesia. Rencana ini menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto.

Gigin mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana investasi BPI tersebut. Ia berharap agar investasi tersebut tidak dilakukan di proyek-proyek yang tidak menguntungkan, seperti food estate atau kawasan ekonomi khusus yang sepi peminat.

“Semoga yang dimaksud bukan proyek strategis seperti food estate, kawasan ekonomi khusus yang merugi dan sepi peminat,” kata Gigin dalam unggahannya di media sosial, Kamis (22/5/2025).

Gigin menjelaskan, jika investasi dilakukan di proyek-proyek yang tidak menguntungkan, maka pemerintah bisa saja terpaksa berhutang untuk mendanai Danantara, perusahaan investasi milik pemerintah yang akan melakukan investasi tersebut.

“Lalu utang lagi dan menaikkan pajak demi Danantara,” terang Gigin.

Rencana investasi BPI di proyek-proyek strategis energi ini diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara Peresmian Pembukaan dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroelum Assosiation (IPA) di Tangerang, Rabu (21/5/2025).

Prabowo menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana investasi besar melalui Danantara Indonesia, yang siap berinvestasi secara strategis dalam proyek-proyek energi yang tersedia di Indonesia. Prabowo juga mengundang investor asing untuk bergabung dalam mendorong kebutuhan energi di Indonesia.

Rencana investasi BPI di proyek-proyek strategis energi ini menjadi sorotan karena adanya kekhawatiran dari Gigin Praginanto terkait kemungkinan investasi di proyek-proyek yang tidak menguntungkan. Gigin berharap agar BPI dapat memilih proyek-proyek yang benar-benar strategis dan menguntungkan bagi perekonomian Indonesia.

Dalam menanggapi rencana investasi ini, Gigin juga menyoroti kemungkinan pemerintah akan berhutang untuk mendanai Danantara, perusahaan investasi milik pemerintah yang akan melakukan investasi tersebut. Ia khawatir hal ini akan berdampak pada kenaikan pajak di kemudian hari.

Pemerintah sendiri belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait rencana investasi BPI di proyek-proyek strategis energi ini. Namun, Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana investasi besar melalui Danantara Indonesia untuk mendorong kebutuhan energi di Indonesia.

Masyarakat dan pengamat kebijakan publik seperti Gigin Praginanto akan terus memantau perkembangan rencana investasi BPI ini, khususnya terkait pemilihan proyek-proyek yang akan diinvestasikan. Mereka berharap agar investasi tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perekonomian Indonesia.