MALANG – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya akan tetap berlanjut. Proyek ini telah masuk ke dalam program pengembangan jaringan dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.
Luhut menjelaskan bahwa masalah utamanya saat ini adalah belum selesainya penyusunan aturan terkait proyek ini. Ia menyatakan bahwa setelah aturan tersebut, atau peraturan presiden (perpres), selesai dibuat, maka pihak China yang tertarik akan dapat segera melakukan studi bersama (joint study) untuk melanjutkan proyek.
“Tadi kita bicarakan, memang masalah dari kita karena masih belum selesai menyusun aturan, itu aja ‘simple’ tapi kalau sudah ada kita akan mulai bicara joint study,” kata Luhut saat ditemui di Beijing.
Luhut mengakui bahwa pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih memiliki banyak kekurangan. Namun, ia menegaskan bahwa mereka tidak mencari siapa yang salah, melainkan belajar dari kesalahan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa pemerintah masih mempelajari proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. AHY mengatakan pemerintah harus serius menghitung dan mempelajari proyek besar tersebut dengan matang.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya tidak boleh membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga sedang mengkaji berbagai opsi transportasi berbasis rel untuk proyek kereta cepat ini, termasuk kereta berkecepatan menengah (middle speed train) selain kecepatan tinggi (high-speed train).
Keputusan akhir akan mempertimbangkan daya serap pasar dan kelayakan investasi. Sementara itu, studi terkait kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya masih berlangsung.
Kementerian Perhubungan juga mempertimbangkan rencana pembangunan kereta semi cepat dengan studi yang sebelumnya sempat dilakukan oleh Jepang. Kereta Cepat Jakarta-Surabaya merupakan perpanjangan dari trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Proyek itu akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya dari 10 jam menjadi 3,5 jam melalui jalur darat. Pemerintah sebelumnya menargetkan, tarif Kereta Cepat Jakarta – Surabaya akan lebih ekonomis dibandingkan Jakarta-Bandung atau Whoosh.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kini sedang menyusun prastudi kelayakan potensi kereta cepat Jakarta-Surabaya. Sedikitnya ada tiga jalur perpanjangan kereta cepat ke Surabaya yang telah dipertimbangkan, yakni lintas selatan, lintas tengah, dan lintas utara.
Ketiga jalur tersebut adalah lintas selatan rute Bandung-Surabaya melalui Kroya dan Yogyakarta sejauh 629,5 km dengan 13 stasiun yang dapat ditempuh 180 menit. Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat mempercepat konektivitas antar wilayah di Pulau Jawa dan meningkatkan mobilitas masyarakat.







