Kekerasan Liar: Ketika Ketakutan Memicu Kelompok Berbahaya

MALANG – Tokoh Nahdatul Ulama, Islah Bahrawi, menyoroti fenomena premanisme yang semakin marak di Indonesia. Dalam cuitan di akun media sosialnya, Islah Bahrawi menyindir bahwa para preman juga manusia biasa yang takut mati, namun sifat arogansi mereka muncul karena jumawa dan hal ini seringkali kita maklumi.

Menurut Islah Bahrawi, salah satu faktor yang membuat premanisme dan organisasi masyarakat (ormas) liar hadir adalah karena ketakutan yang datang dari diri sendiri. “Padahal tanpa ketakutan kita, mereka bukan siapa-siapa. Warga Indonesia yang waras jauh lebih banyak dibanding mereka,” ungkapnya.

Fenomena ini semakin hangat dengan adanya kasus ormas yang mengklaim lahan kemudian disewakan kepada para pedagang. Islah Bahrawi menyebut hal ini sebagai bentuk premanisme yang harus dilawan. “Ayo lawan premanisme! Jangan biarkan Polri berjuang sendiri,” tegas Islah.

Islah Bahrawi menegaskan bahwa preman adalah manusia biasa yang juga takut mati, namun sifat arogansi mereka muncul karena jumawa dan hal ini seringkali kita maklumi. Padahal, tanpa ketakutan kita, mereka bukan siapa-siapa. Warga Indonesia yang waras jauh lebih banyak dibanding mereka.

Fenomena premanisme dan ormas liar ini semakin menjadi perhatian publik, khususnya dengan adanya kasus ormas yang mengklaim lahan dan menyewakan kepada para pedagang. Islah Bahrawi menyatakan bahwa hal ini merupakan bentuk premanisme yang harus dilawan. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan premanisme dan tidak membiarkan Polri berjuang sendiri.

Islah Bahrawi menyoroti tajam terkait fenomena premanisme di Indonesia, khususnya yang terkait dengan ormas yang mengklaim lahan dan menyewakan kepada para pedagang. Menurutnya, salah satu faktor yang membuat premanisme dan ormas liar hadir adalah karena ketakutan yang datang dari diri sendiri.

Dalam cuitan di media sosialnya, Islah Bahrawi menyindir bahwa para preman juga manusia biasa yang takut mati, namun sifat arogansi mereka muncul karena jumawa dan hal ini seringkali kita maklumi. Ia menegaskan bahwa tanpa ketakutan kita, mereka bukan siapa-siapa, dan warga Indonesia yang waras jauh lebih banyak dibanding mereka.

Islah Bahrawi menyerukan untuk melakukan perlawanan terhadap premanisme. “Ayo lawan premanisme! Jangan biarkan Polri berjuang sendiri,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan fenomena premanisme yang semakin marak di Indonesia.

Fenomena premanisme dan ormas liar ini semakin menjadi perhatian publik, terutama dengan adanya kasus-kasus terkait pengklaiman lahan dan penyewaan kepada para pedagang. Islah Bahrawi menyoroti hal ini sebagai bentuk premanisme yang harus diberantas. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus bersatu untuk melawan premanisme dan tidak membiarkan Polri berjuang sendiri.

Islah Bahrawi menyatakan bahwa salah satu faktor yang membuat premanisme dan ormas liar hadir adalah karena ketakutan yang datang dari diri sendiri. Ia menyebut bahwa tanpa ketakutan kita, mereka bukan siapa-siapa, dan warga Indonesia yang waras jauh lebih banyak dibanding mereka. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada masyarakat untuk bersama-sama melawan premanisme dan tidak membiarkan Polri berjuang sendiri.