Ratusan Aparat hingga Aremania Satukan Suara dalam Apel Damai untuk Bentengi Kota Malang

Aksi dari para perwakilan dari seluruh spektrum masyarakat Kota Malang berkumpul dalam sebuah pemandangan yang langka di Halaman Balai Kota pada Kamis (4/9) sore kemarin…

Zona Malang – Aksi dari para perwakilan dari seluruh spektrum masyarakat Kota Malang berkumpul dalam sebuah pemandangan yang langka di Halaman Balai Kota pada Kamis (4/9) sore kemarin. Dari aparat berseragam TNI-Polri, tokoh agama, pimpinan ormas, hingga komunitas suporter Aremania, semuanya menyatukan suara dan tekad dalam sebuah apel akbar bertajuk “Sinergi Ngalam Mbois Guyub Damai“.

Kegiatan ini dihelat sebagai langkah proaktif dan respons tegas terhadap dinamika sosial yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini. Tujuannya satu: mengirimkan pesan kuat bahwa seluruh elemen di “Bumi Arema” berkomitmen penuh untuk menjaga kota mereka tetap aman, damai, dan kondusif dari segala bentuk provokasi.

Apel sinergitas yang diikuti oleh sekitar 775 peserta ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono. Dalam arahannya, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa menjaga kota adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan.

“Adanya dinamika yang terjadi di berbagai daerah saat ini perlu peningkatan kewaspadaan. Kita sebagai warga yang tinggal di Kota Malang harus punya rasa memiliki dan menjaga kota yang kita cintai ini,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurutnya, sinergi yang solid antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama untuk mempertahankan kedamaian dan kenyamanan yang selama ini menjadi ciri khas Kota Malang.

Puncak dari acara ini adalah momen pembacaan ikrar bersama. Seluruh peserta, dengan latar belakang yang beragam, secara serentak mengumandangkan lima komitmen utama, di antaranya adalah menolak segala bentuk anarkisme dan provokasi, mengutamakan musyawarah, serta bersatu padu membangun Kota Malang yang harmonis.

Seusai apel, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pimpinan organisasi yang hadir. Ia secara khusus menghampiri perwakilan dari Banser, Kokam, pemuda lintas etnis seperti Batak dan Madura, hingga perwakilan Aremania.

Dalam dialog tersebut, Kombes Nanang menitipkan pesan penting agar setiap organisasi menjadi benteng pertahanan pertama dalam menangkal hasutan. “Kami berpesan agar semuanya mewaspadai segala bentuk provokasi yang masuk melalui organisasi. Tolak semua ajakan negatif, kita harus cegah sejak dini,” tegas Kombes Nanang.

Ia juga meminta agar setiap pimpinan organisasi tidak ragu untuk segera melapor jika menemukan adanya oknum yang mencoba memanfaatkan situasi untuk menciptakan keonaran. Dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat ini, menurutnya, adalah modal sosial yang sangat berharga.

Pada akhirnya, apel “Sinergi Ngalam Mbois Guyub Damai” ini bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi sebuah penegasan dan kontrak sosial baru antara seluruh komponen masyarakat Kota Malang untuk bersama-sama, bahu-membahu, menjadi penjaga bagi kota yang mereka cintai.

Pentinganya Saling Menjaga dalam Perdamaian

Terlepas dari aksi demo masa yang menyerang fasilitas umum seperti gedung DPR dan kantor Polisi diberbagai daerah di Indonesia, Malang sendiri selalu komitmen agar hal tersebut tidak terjadi meskipun dalam kenyataannya masih kecolongan, dimana bahkan sampai ada pelaku pelempar bom molotov di Balai Kota asal Karangploso Malang berhasil di tangkap menurut laporan berita Zona Malang.