Zona Malang – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka Maliki Festival (Maliki Fest) 2025 pada Rabu (10/9). Acara pembukaan yang berlangsung di Gedung Rektorat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan ratusan perwakilan mahasiswa, menandai dimulainya pesta kreativitas dan kompetisi terbesar di lingkungan kampus.
Dalam acara tersebut, pimpinan universitas dan perwakilan mahasiswa sama-sama menekankan bahwa Maliki Fest 2025 dirancang lebih dari sekadar ajang perlombaan, melainkan sebagai ruang untuk kolaborasi, pengembangan bakat, dan penegasan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Presiden Mahasiswa UIN Malang, Muamar Sidiq, dalam sambutannya menegaskan visi tersebut. Ia menyatakan bahwa festival tahun ini akan menargetkan kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya antar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Selain UKM, nanti Organisasi Daerah (ORDA) juga kita targetkan memiliki kegiatan bersama, termasuk forum untuk para content creator di UIN Malang dan forum luar negeri,” ungkapnya.
Apresiasi tinggi datang dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Ia memuji penyelenggaraan Maliki Fest yang tetap menjaga nuansa akademik. “Festival ini bukan hura-hura, melainkan bagian dari kegiatan mahasiswa sebagai agent of change.
Semoga ke depan Maliki Festival semakin menjadi bagian penting universitas untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa,” terangnya. Sebagai bentuk dukungan, ia bahkan berkomitmen untuk menyumbangkan satu piala besar sebagai simbol keberlanjutan acara ini.
Dukungan serupa disampaikan oleh Prof. Dr. Isroqunnajah, M.Ag., Ketua LP2M. Ia menyebut Maliki Festival sebagai wadah sublimasi, tempat mahasiswa dapat menyalurkan energinya secara positif dalam bidang ilmiah, seni, dan olahraga. “Dengan Maliki Festival, mahasiswa bisa mengenal UKM lebih dalam dan berpartisipasi dalam berbagai perlombaan,” pungkasnya.
Bagi mahasiswa UIN Malang, pembukaan Maliki Festival ini menjadi penanda penting. Acara ini bukan hanya tontonan, melainkan sebuah kesempatan terbuka untuk terlibat aktif dalam kehidupan kampus.
Ini adalah momen yang tepat untuk menjelajahi minat dan bakat dengan mengenal lebih dekat berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), menguji kemampuan dengan mengikuti kompetisi yang beragam, serta membangun jejaring dengan sesama mahasiswa dari berbagai fakultas. Keberhasilan festival ini pada akhirnya bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh mahasiswa itu sendiri.







