Gubernur Khofifah Disambut Ribuan Santri di Bangkalan, Ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an

Gubernur Jatim Khofifah disambut ribuan santri di Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil Bangkalan. Ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an, beri bantuan kitab, dan apresiasi dukungan wali santri.

Zona MalangGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat sambutan meriah saat berkunjung ke Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil, Demangan Barat, Bangkalan. Ribuan santri, pengasuh, keluarga besar pondok, serta para wali santri memadati halaman pesantren untuk mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung penuh khidmat, Sabtu (31/1/2026) malam.

Para santriwati tampak berjejer rapi bersalaman dengan Gubernur Khofifah sebagai bentuk takzim sekaligus ungkapan kebahagiaan atas momentum kelulusan. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh para santriwati di Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil memiliki keistimewaan tersendiri karena sanad keilmuannya bersambung langsung dengan keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar yang menjadi poros keilmuan pesantren di Indonesia.

“Ilmu yang langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini, Insya Allah terang sanad keilmuannya dan manfaat barokah,” ujar Khofifah.

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu berharap keberkahan ilmu yang diperoleh santriwati tidak hanya bermanfaat secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas, bangsa, dan negara, khususnya di Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula Wisuda Tahfidzil Qur’an bagi santriwati penghafal Al-Qur’an. Gubernur Khofifah secara khusus mengikuti prosesi tersebut, menyampaikan ucapan selamat, serta mendoakan para hafidzah.

“Kita semua tentu berharap punya putra putri sholeh sholehah apalagi hafidz hafidzoh yang nantinya bisa mengantarkan keluarganya ke Surganya Allah SWT,” ungkapnya.

Sebagai bentuk perhatian, Khofifah memberikan uang saku sebesar Rp500 ribu kepada 20 santriwati terpilih untuk tambahan membeli kitab. Bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat sekaligus penunjang dalam memperdalam literatur keislaman dan kitab kuning.

“Ini adalah tanda sayang dari kami, sebagai penyemangat para santriwati sekaligus tambahan biaya membeli kitab. Supaya lebih giat lagi dalam mendalami literatur keislaman,” katanya.

Dukungan Wali Santri

Khofifah juga menyoroti suasana kebahagiaan para wali santri yang penuh haru merayakan kelulusan putri-putrinya. Ia mencermati adanya tradisi baru berupa pemberian buket bunga yang menambah kemeriahan acara. Menurutnya, hal tersebut merupakan simbol apresiasi orang tua terhadap perjuangan anak-anak sekaligus mencerminkan ikatan emosional yang semakin kuat dalam mendukung pendidikan pesantren.

“Luar biasa dukungan dari seluruh wali santri. Terima kasih. Semoga seluruh santriwati sukses, tercapai cita-citanya, dan manfaat ilmunya,” pungkas Khofifah.