Viral Tayangan Kartun Anak Muat LGBT di Media Sosial, Ini Nama Film Kartunya

Zona Malang – Media sosial baru-baru ini diviralkan oleh sebuah kontroversi terkait tayangan kartun anak yang memuat konten LGBT. Banyak pengguna media sosial yang merasa geram dengan tayangan tersebut, terutama karena tayangan ini telah disiarkan oleh layanan streaming dan sudah di-dubbing dalam bahasa Indonesia.

Tayangan kartun tersebut dikenal dengan nama “Indikids” dan disiarkan oleh Channel Moonbug. Salah satu yang menciptakan kehebohan adalah ketersediaan channel ini di layanan streaming Indihome TV.

Dalam cuplikan video tayangan LGBT tersebut, terlihat seorang anak tengah bermain di perosotan, sembari diiringi oleh lagu yang telah di-dubbing dalam bahasa Indonesia.

Di dalam video tersebut, anak tersebut tiba-tiba terjatuh dari perosotan, kemudian muncul dua orang pria yang kemudian diketahui sebagai orang tua anak tersebut.

Yang menarik perhatian adalah bahwa dalam tayangan tersebut, anak tersebut menyebut kedua pria tersebut sebagai papa dan ayahnya.

Lirik lagu yang mengiringi adegan ini semakin memperkuat indikasi adanya unsur LGBT dalam kartun ini:

“Mainannya menyenangkan…
ada kecelakaan aku jatuh…
Aku sedih sekali rasanya sakit sekali,
tapi papa dan ayahku siap bantu..”

Dalam kartun ini, kedua pria yang disebut ayah dan papa anak tersebut diduga sebagai pasangan LGBT.

Video kartun ini yang mengandung unsur LGBT ini viral di Indikids dan diproduksi oleh Moonbug. Hal ini menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak orang tua, termasuk pengunggah video tersebut, yang merasa adanya agenda terselubung dalam tayangan tersebut.

Sejumlah komentar dari warganet juga muncul terkait kontroversi ini. Beberapa di antaranya mengecam tayangan ini dan mempertanyakan mengapa tidak ada reaksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Ada juga yang berpendapat bahwa tayangan semacam ini semakin sering muncul dalam kartun anak-anak.

Semakin meningkatnya kekhawatiran ini, beberapa warganet bahkan berpikir apakah KPI bisa dituntut terkait isu ini dan apakah ada keterlibatan dalam proses dubbing yang memungkinkan tayangan ini di-ACC untuk disiarkan.

Kontroversi seputar tayangan ini menunjukkan pentingnya pengawasan konten anak-anak di media, serta pentingnya komunikasi terbuka antara anak-anak dan orang tua mereka terkait apa yang mereka tonton di layar.

Reaksi Netizen dan Orang Tua Soal Kartun LGBT Viral

Kontroversi tayangan kartun LGBT ini mendapatkan beragam reaksi dari warganet dan orang tua yang prihatin. Seorang pengunggah video mengungkapkan perasaannya, “Alasan kenapa anak saya tidak nonton TV dan main HP,” menunjukkan kekhawatiran mendalam akan pengaruh tayangan ini pada anak-anak.

Beberapa warganet juga turut angkat suara. Ada yang bertanya, “Kok papa dan ayahku?” sambil mengekspresikan kebingungannya terhadap isi tayangan tersebut. Pertanyaan pun muncul terkait respon Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dengan seorang akun mengatakan, “KPI gimana, ga ada suara?”

Beberapa warganet mengamati bahwa semakin banyak konten semacam ini muncul dalam animasi anak-anak, dengan seorang akun berkomentar, “Lama-ama makin pinter nyelip-nyelipin di animasi anak-anak nih.”

Ada juga yang mempertanyakan kemungkinan tindakan hukum terhadap tayangan ini, dengan mencurigai keterlibatan KPU atau pihak lain dalam proses dubbing yang mengakibatkan tayangan ini di-ACC untuk disiarkan. Sebuah komentar menggambarkan kekhawatiran ini dengan menyatakan, “Kayak gini KPI bisa dituntut ga sih? Jangan-jangan KPU pendukung LGBT? Usut juga yang bantu edit dubbing yang meng-ACC untuk disiarkan.”

Namun, ada juga yang mencoba memberikan klarifikasi terkait channel televisi yang menyiarkan tayangan ini, dengan seorang akun menyebutkan, “Itu memang Chanel tv ka.. kalau pemakai INDIHOME pasti tau.” Sementara warganet lainnya bertanya, “Ini inhouse iihe indikids paytv?”

Kontroversi ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan perdebatan di kalangan masyarakat, menggarisbawahi pentingnya pengawasan dan pemahaman konten yang dihadirkan kepada anak-anak di media massa.***