Zona Malang – Pada tanggal 8 September 2023, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyampaikan instruksi penting terkait menjelang Pilpres 2024. Instruksi ini disampaikan oleh Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dan Sekretaris Jenderal Abdul Rochman. Surat Instruksi bernomor 4173/PP/SR-01/IX/2023 ini memuat serangkaian imbauan yang ditujukan kepada seluruh kader dan pengurus GP Ansor.
Salah satu poin utama dalam instruksi ini adalah meminta agar seluruh kader dan pengurus GP Ansor memegang teguh Khittah NU 1926. Khittah NU 1926 merupakan panduan yang sangat penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Khittah NU 1926 mencerminkan prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang oleh seluruh anggota NU dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk berpolitik.
Instruksi ini menekankan pentingnya Khittah NU 1926 sebagai landasan bagi kader dan pengurus GP Ansor dalam berpolitik. Khittah NU 1926 telah menjadi pedoman sejak lama dan dianggap sebagai pondasi dari nilai-nilai kebangsaan dan agama yang harus dijunjung tinggi.
Berikut ini adalah empat poin instruksi GP Ansor jelang Pemilu 2024 seperti yang dilansir dari NU Online tentu ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kesucian dan independensi organisasi:
1. Larangan Penggunaan Simbol GP Ansor
Instruksi pertama adalah larangan keras terhadap penggunaan lambang, lagu, seragam, atribut lain, serta aset dan kantor GP Ansor untuk kepentingan berpolitik praktis. Hal ini mencakup penggunaan dalam kampanye capres, cawapres, caleg, calon kepala daerah, dan partai politik. Instruksi ini bertujuan untuk menjaga netralitas GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan.
2. Larangan Membuat Pernyataan Dukungan
Instruksi kedua melarang kader dan pengurus GP Ansor untuk membuat pernyataan dukungan kepada capres, cawapres, caleg, calon kepala daerah, dan partai politik dengan mengatasnamakan GP Ansor. Ini adalah langkah yang diambil untuk menghindari asosiasi GP Ansor dengan kepentingan politik tertentu.
3. Pegang Teguh Khittah NU
Instruksi ketiga adalah mengingatkan seluruh kader dan pengurus GP Ansor untuk tetap memegang teguh Khittah NU 1926. Khittah ini adalah panduan moral dan etika yang harus dijunjung tinggi dalam berpolitik. Mempertahankan nilai-nilai Khittah NU 1926 adalah bentuk komitmen GP Ansor terhadap prinsip-prinsip kebangsaan dan agama.
4. Jaga Kondusifitas
Instruksi terakhir adalah mengajak seluruh kader dan pengurus GP Ansor untuk turut serta dalam menjaga kondusifitas, ketertiban, dan keamanan di wilayah masing-masing, terutama dalam konteks tahun politik. GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Indonesia.
Dengan mengikuti instruksi ini, GP Ansor berkomitmen untuk menjaga independensinya dan tetap menjadi wadah yang konstruktif bagi pemuda NU dalam berpartisipasi dalam proses politik tanah air. Instruksi ini juga merupakan langkah nyata dalam mendukung tegaknya prinsip-prinsip demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan.***







