Zona Malang – Isu banjir menjadi perbincangan serius di berbagai negara karena dampaknya yang merugikan. Dalam World Water Forum (WWF), penanganan banjir menjadi salah satu topik utama yang dibahas. Salah satu konsep penanggulangan yang diusung adalah konsep Sponge City (Kota Spons), yang telah diterapkan di beberapa negara seperti China dan Australia.
Indonesia juga mengadopsi konsep ini, terutama dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun. Direktur Jenderal Sumber Daya Alam Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan bahwa konsep Sponge City adalah tentang memberikan ruang pada air. Hal ini telah diterapkan di China, terutama di daerah padat penduduk dan bangunan.
“IKN akan menerapkan konsep ini, dan di daerah-daerah yang tidak memiliki ruang untuk air, akan dibangun bendungan,” jelas Bob dalam Road To World Water Forum secara virtual.
Bob menegaskan bahwa konsep Sponge City ini adalah tentang bangunan dan masyarakat yang bersedia memberi ruang pada air, bukan sebaliknya.
Dalam rencana pembangunan IKN yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, disebutkan bahwa salah satu prinsip dasar pengembangan Kawasan IKN adalah pembangunan yang berorientasi pada alam, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan IKN juga bertujuan untuk mitigasi risiko akibat perubahan iklim dan dampak urbanisasi seperti banjir dan kekeringan. Salah satu prinsip dasar pengembangan Kawasan IKN adalah pengembangan berdasarkan konsep Sponge City.
Konsep Sponge City ini bertujuan untuk mengembalikan siklus alami air yang berubah akibat perubahan tata guna lahan. Ide dasarnya adalah mengubah kota menjadi seperti spons yang mampu menyerap, menyimpan, dan mengelola air hujan secara efektif.
Dalam konsep ini, ada beberapa komponen utama seperti infrastruktur hijau, peningkatan sistem drainase perkotaan, penggunaan teknologi canggih untuk mengumpulkan dan memanfaatkan air hujan, serta faktor ekologi, estetika, dan keberlanjutan dalam mengintegrasikan solusi infrastruktur yang ramah lingkungan.***







