Gibran Tantang Persepsi Lama: Kemenyan Bukan untuk Dukun, Tapi Bahan Baku Parfum Mewah Dunia

JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berupaya mendobrak persepsi publik yang selama ini mengaitkan kemenyan dengan aktivitas mistis dan ritual. Ia menegaskan bahwa komoditas asli Indonesia ini memiliki potensi ekonomi luar biasa sebagai komponen utama dalam industri parfum mewah global, yang digunakan oleh jenama ternama seperti Louis Vuitton dan Gucci.

Dalam sebuah pembekalan pada Senin (14/7) lalu, Gibran tak menampik bahwa gagasannya untuk melakukan hilirisasi kemenyan kerap disambut tawa.

Namun, ia secara tegas meluruskan bahwa nilai strategis kemenyan setara dengan komoditas primadona seperti nikel, sebuah potensi besar yang selama ini terabaikan oleh bangsa sendiri.

Menurut Gibran, Indonesia telah terlalu lama merugi dengan hanya mengekspor getah kemenyan dalam bentuk bahan mentah.

Tanpa adanya nilai tambah, keuntungan terbesar justru dinikmati oleh industri asing yang mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi.

“Dari dulu kita jual mentah. Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci itu dari kemenyan,” ungkapnya.

Untuk merebut kembali nilai tambah tersebut, Gibran menyerukan perubahan fundamental dalam cara pandang, yakni melalui hilirisasi.

Ia menekankan bahwa agenda industrialisasi tidak boleh hanya terpaku pada sektor tambang. Komoditas lokal yang kerap dipandang sebelah mata, seperti kemenyan, harus mulai digarap secara serius untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Guna mewujudkan transformasi ini, Gibran menaruh harapan besar pada keterlibatan generasi muda dalam bidang riset dan inovasi.

Menurutnya, penelitian adalah kunci untuk membuka seluruh potensi yang tersimpan dalam kemenyan dan komoditas alam lainnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia mengungkap bahwa pemerintah sedang mempersiapkan sebuah pusat riset khusus.

“Makanya kita dorong anak-anak muda untuk riset. Kita sediakan tempat lain yang baik untuk riset,” ujar Gibran.

“Insya Allah tahun ini pusat riset itu akan diresmikan,” tandasnya, mengisyaratkan keseriusan pemerintah dalam menggarap potensi tersembunyi ini.