Petualangan Alam di Madiun, Kota Baru Pecinta Alam Eiger

MALANG, Zona Malang – Kota Madiun memang dikenal sebagai kota yang kaya akan keragaman komunitas dan aktivitas masyarakatnya. Mulai dari komunitas pecinta alam, traveler, kuliner, hingga komunitas kendaraan roda dua maupun roda empat, semua aktif berkegiatan di kota ini.

Salah satu brand perlengkapan luar ruang asal Indonesia, EIGER Tropical Adventure, telah memilih Madiun sebagai kota ketiga untuk meresmikan forum EIGERIAN. Forum ini dibentuk untuk menyatukan berbagai komunitas dan menjadi ruang diskusi bagi mereka.

Pada Sabtu, 22 Maret 2025, EIGER mengundang puluhan orang dari berbagai komunitas di Madiun untuk hadir dalam agenda berbuka puasa bersama sekaligus peresmian EIGERIAN Madiun. Acara ini berlokasi di Warung Garasi, Jalan Janur Sari No. 7, Kota Madiun.

Arif Rachman Husen, Community & Partnership Manager EIGER Tropical Adventure, mengungkapkan bahwa sejak 35 tahun berdiri, EIGER telah belajar bersama ribuan komunitas di seluruh Indonesia. Mereka tidak sungkan untuk memberikan masukan, kritik, saran, hingga ide-ide original bersama EIGER, yang kemudian menghidupkan kegiatan petualangan dan penjelajahan tropis di Indonesia.

“Madiun adalah kota ketiga setelah peresmian EIGERIAN Malang dan EIGERIAN Surabaya. Harapannya EIGERIAN Madiun bisa menjadi forum silaturahmi bagi pegiat kegiatan alam terbuka serta pengguna produk EIGER di Kota Madiun. Kami berharap wadah atau forum ini bisa menyalurkan hobi dan kegiatan positif secara bersama-sama, agar semakin kompak dan melibatkan lebih banyak tangan untuk menjaga, melestarikan sekaligus ikut berpetualang menyusuri keindahan alam di Indonesia,” ungkap Arif.

Sementara itu, sambil menunggu waktu berbuka puasa, ratusan orang yang mewakili komunitas di Madiun berdiskusi bersama Kang Iwan “Kwecheng” Irawan, salah satu dari segelintir orang Indonesia yang telah menuntaskan 7 puncak tertinggi di dunia. Kang Kwecheng membuka diskusinya dengan cerita tentang manajemen sebuah perjalanan atau ekspedisi.

Bagi Kwecheng, manajemen ekspedisi adalah pengalaman yang sangat berharga untuk terus dibagikan. Rencana operasi yang matang bisa membuat siapapun petualang memahami tingkat kerumitan dan risiko. “Sebab kegiatan alam bebas tetap mengandung dan mengundang bahaya. Pembelajaran manusia didapat melalui kegiatan alam bebas yang terencana. Bagaimanapun alam selalu jujur, jeram selalu bergemuruh, tebing selalu menjulang, dan gunung selalu melangit, kita adalah bagian kecil dari petualangan di alam bebas,” ungkap Kwecheng di depan EIGERIAN Madiun.

Jelang waktu berbuka puasa, EIGERIAN Madiun diresmikan dengan seremoni berupa pemberian bibit pohon. Bibit diserahkan langsung oleh perwakilan EIGER dan Dinas Kehutanan Jawa Timur Cabang Wilayah Kota Madiun kepada kawan-kawan EIGERIAN Madiun.

Sri Wahjuni Karjawati S.P, selaku Penyuluh Kehutanan Dinas Kehutanan Wilayah Kota Madiun, menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan EIGER dalam menyambungkan silaturahmi dengan berbagai komunitas di Madiun. “Terima kasih sudah melibatkan Dinas Kehutanan dalam agenda-agenda komunitas pecinta alam di Madiun. Harapan kami ke depannya, sinergi bisa terus terjalin dalam upaya konservasi, penyelamatan satwa sampai penanaman pohon. Kami siap bersinergi bersama EIGERIAN Madiun,” ungkap Sri Wahjuni.

Mewakili EIGERIAN Madiun, Heru Stone dari komunitas Stone Adventure menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan positif dan upaya konservasi. “Alhamdulillah dibarengi buka puasa bersama, EIGERIAN Madiun diresmikan. Semoga dari sini bisa lahir agenda-agenda kolaborasi antar berbagai bendera komunitas di Madiun. Dari Madiun untuk Indonesia,” ungkap Heru.

Pesan penutup bagi EIGERIAN Madiun disampaikan Kwecheng, ia mengaku senang bisa berbagi pengalaman dengan ratusan kawan-kawan komunitas di Madiun. “Anak muda di kota ini rupanya banyak sekali yang giat berpetualang. Semoga dari Madiun di masa depan banyak anak muda yang dapat berdaya guna bagi kehidupan, terasah menjadi pribadi yang berani dan tangguh, sekaligus lihai atau lentur menghadapi perubahan yang cepat sekali terjadi,” pungkas Kwecheng.