MALANG, Zona Malang – Jelang Hari Raya Idul Fitri, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur terus memantau pelaksanaan Pos Siaga Lebaran (PSL) di berbagai daerah. Salah satunya di Kabupaten Madiun, di mana PMI Provinsi Jawa Timur telah menerjunkan dua pengurus untuk memantau situasi di lapangan.
Sekretaris PMI Provinsi Jawa Timur, Edi Purwinarto, didampingi oleh salah satu anggota pengurus, Abdul Mujib, telah tiba di Kabupaten Madiun untuk memantau kesiapan pos-pos siaga yang telah disiapkan. Menurut Edi, PMI Kabupaten Madiun telah menurunkan relawan dalam jumlah yang cukup banyak untuk membantu pengamanan dan pertolongan selama arus mudik.
“Setiap pos ditempatkan tiga relawan ditambah satu unit ambulans yang siap siaga 24 jam. Relawan PMI bertugas secara bergantian dalam dua shift,” ujar Edi dalam keterangan persnya pada Minggu (30/3/2025).
Terdapat enam pos siaga lebaran di wilayah Kabupaten Madiun. Posko utama terletak di Markas PMI, Jalan Mayjen Sungkono No. 42, Nambangan Lor, Kabupaten Madiun. Selain itu, terdapat lima posko lapangan yang berada di Nglames, Pagotan, Njiwan, Dolopo, dan Balerejo.
Edi menjelaskan bahwa semua ambulans dalam kondisi siap dan dapat dikerahkan kapan saja jika terjadi keadaan darurat. Posko-posko di Kabupaten Madiun didirikan secara mandiri oleh PMI, tidak bergabung dengan unsur lain, dan mulai beroperasi sejak 22 Maret hingga 5 April 2025.
Seluruh posko juga dilengkapi dengan relawan terlatih, ambulans, dan peralatan pertolongan pertama. Edi menambahkan bahwa meskipun arus mudik di Kabupaten Madiun sudah sangat padat, hingga saat ini belum ada laporan kejadian darurat yang diterima oleh pos siaga lebaran PMI.
“Arus mudik sudah sangat padat, tapi Pos Siaga Lebaran PMI Kabupaten Madiun belum menerima adanya kejadian,” pungkas Edi.
Sementara itu, Posko Utama PMI Provinsi Jawa Timur di Surabaya terus menerima laporan perkembangan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran pelaksanaan Pos Siaga Lebaran di seluruh wilayah Jawa Timur.
Menurut pengamatan PMI, arus mudik di Kabupaten Madiun sudah sangat padat, namun hingga saat ini belum ada laporan kejadian darurat yang diterima oleh pos siaga lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan dan koordinasi yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Madiun telah berjalan dengan baik.
Kepala Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial PMI Provinsi Jawa Timur, Edi Purwinarto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan PMI yang telah bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik selama arus mudik Lebaran. Ia berharap, kesiapan dan koordinasi yang baik di seluruh wilayah Jawa Timur dapat membantu meminimalisir risiko dan kejadian darurat selama arus mudik.
Dengan adanya Pos Siaga Lebaran yang tersebar di berbagai titik strategis di Kabupaten Madiun, diharapkan dapat membantu pemudik yang membutuhkan pertolongan, baik berupa pertolongan pertama maupun evakuasi ke rumah sakit terdekat. Kehadiran PMI di tengah-tengah masyarakat selama masa mudik Lebaran menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian organisasi kemanusiaan ini.







