MALANG, Zona Malang – Dunia sepak bola Jawa Timur berduka atas kepergian sosok penting dalam memajukan olahraga ini di provinsi tersebut. Dyan Puspito Rini, yang akrab disapa Ririn, telah wafat, meninggalkan kenangan yang mendalam bagi Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh.
Riyadh mengenang Ririn sebagai sosok yang cepat belajar dan penuh semangat dalam membangun sepak bola di Jawa Timur. “Dia sosok yang mau belajar mengikuti organisasi, semua ilmu di bola ini, dia belajar semuanya. Makanya dia mau kita ikutkan pelatihan FIFA, dia cocok dan dia merasa happy di bola dan membangun sepak bola di Jatim,” ujar Riyadh saat mengunjungi rumah duka, Senin (7/4/2025) petang.
Ririn dikenal sebagai sosok yang selalu peduli terhadap organisasi. Riyadh mengisahkan bahwa dua hari sebelum wafatnya, Ririn masih sempat berkomunikasi dengannya saat tengah menjalani perawatan di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Meski dalam kondisi sakit, Ririn tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap organisasi.
“Bayangkan dua hari yang lalu dia komunikasi dan menginfokan kepada saya kapan kita rapat Exco karena kongres sudah dekat. Padahal kondisinya sakit, dirawat di rumah sakit, tapi masih sempat memikirkan organisasi. Ini yang tidak akan kita lupakan. Sampai kapanpun, Ririn akan selalu berkesan di PSSI. Kita akan cari ‘Ririn-Ririn’ yang baru,” lanjut Riyadh.
Riyadh juga mengenang peran Ririn yang kerap menjadi penengah dalam berbagai konflik internal organisasi, khususnya saat terjadi perbedaan pendapat dalam rapat atau kongres. “Dia menjembatani setiap askab-askot yang kadang kalau ada kongres dobel surat, dia bijaksana, dia selesaikan, baru lapor saya. Semua itu, inshaAllah jadi amal ibadah,” ucapnya penuh haru.
Terkait sosok pengganti Ririn, Riyadh menyatakan akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan Kongres Asprov PSSI Jatim yang dijadwalkan setelah Kongres PSSI pada bulan Juni.
“Kita akan tunjuk PLT, karena waktu kita tinggal beberapa bulan lagi. Kongres PSSI di Juni, setelah itu Asprov baru boleh menggelar kongres. Akan ada banyak perubahan statuta yang mungkin perlu kita sosialisasikan,” pungkas Riyadh.
Ririn dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam memajukan sepak bola di Jawa Timur. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi Asprov PSSI Jawa Timur, khususnya bagi Ketua Umum Ahmad Riyadh. Pihak Asprov PSSI Jawa Timur akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan Kongres Asprov PSSI Jatim yang dijadwalkan setelah Kongres PSSI pada bulan Juni.
Disisi lain, Riyadh menyatakan akan ada banyak perubahan statuta yang mungkin perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen sepak bola di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa Asprov PSSI Jawa Timur akan terus berupaya untuk memajukan sepak bola di provinsi tersebut, meski harus melewati masa-masa sulit akibat kepergian sosok penting seperti Ririn.
Kepergian Ririn tentu menjadi pukulan berat bagi dunia sepak bola Jawa Timur. Namun, semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Ririn selama hidupnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berjuang memajukan olahraga ini di provinsi tersebut. Asprov PSSI Jawa Timur akan terus berupaya untuk menemukan sosok-sosok baru yang dapat melanjutkan perjuangan Ririn dalam membangun sepak bola di Jawa Timur.







