Gebrakan Prodi Baru Untag Surabaya, Adaptasi Cepat Zaman Digital

MALANG, Zona Malang – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan tiga program studi baru. Ketiga program studi tersebut adalah Program Studi Artificial Intelligence dan Robotika (AIRO), Fakultas Kedokteran, serta Program Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Manufaktur.

Kehadiran Fakultas Kedokteran Untag Surabaya merupakan wujud kepedulian terhadap kebutuhan tenaga medis yang profesional dan berintegritas. Fokus utama pendidikan diarahkan pada penanganan penyakit pernapasan, khususnya pneumonia, yang menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi di Indonesia. Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Poerwadi, Sp.B, Sp.BA (K), menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang dokter yang berjiwa nasionalis patriotik, mahasiswa akan dibekali dengan 5 Stars WHO; Care Provider, Decision Maker, Communicator, Community Leader, dan Manager.

Fakultas Kedokteran Untag Surabaya didukung oleh 26 dosen tetap dan laboratorium unggulan untuk sistem pernapasan, serta kerja sama dengan berbagai rumah sakit terkemuka seperti RSUD Jombang dan RSUD Dr. Soetomo. Tidak ketinggalan, Fakultas Kedokteran Untag juga menjalin kerja sama dengan School of Medicine Walailak University, Thailand.

Program Studi Artificial Intelligence and Robotics (AIRO) merupakan langkah strategis Untag Surabaya dalam menjawab era revolusi industri 5.0. Di bawah naungan Fakultas Teknik, program ini berfokus pada integrasi antara ilmu robotika dan kecerdasan buatan untuk menciptakan sistem otonom yang mampu diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari industri, kesehatan, hingga pendidikan.

Kepala Program Studi AIRO, Dimas Aditya Putra W., S.ST., M.Tr.T., menegaskan bahwa mahasiswa akan dibekali dengan dasar-dasar sains seperti matematika dan fisika, yang kemudian akan dipadukan dengan ilmu komputer, mekatronika, desain robot, serta penerapan kecerdasan buatan dalam sistem kendali.

Selain kurikulum berbasis teknologi terkini, Program Studi AIRO juga didukung oleh fasilitas pendukung yang lengkap, seperti laboratorium, akses perpustakaan, koneksi wifi di berbagai titik kampus, serta layanan psikologi dan poliklinik. Dengan akreditasi Baik dari BAN-PT, Untag Surabaya yakin bahwa melalui durasi studi selama delapan semester, para mahasiswa akan memiliki banyak kesempatan berkarir.

Tidak kalah penting, Untag Surabaya juga meluncurkan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur di bawah Fakultas Vokasi. Program ini dirancang khusus untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan adaptif, dengan porsi pembelajaran 70% praktik dan 30% teori.

Menurut Dekan Fakultas Vokasi, Ir. Ichlas Wahid, ST., MBA., peningkatan jenjang dari D3 ke D4 merupakan langkah strategis untuk menjawab kesenjangan antara pendidikan vokasi dan tuntutan industri. Mahasiswa akan memperoleh keterampilan dalam pengelasan presisi, pemrograman PLC, sistem hidrolik, hingga manajemen kualitas produksi.

Selain itu, kerja sama dengan mitra industri seperti PT. Bioli Lestari, CV. Wahana Gear, dan PT. Indoprima membuka peluang magang dan kerja nyata bagi mahasiswa sejak di bangku kuliah. Program ini terbuka bagi lulusan SMA dan SMK dari berbagai jurusan, dan menawarkan skema biaya kuliah yang terjangkau.

Melalui tiga program unggulan ini, Untag Surabaya menyatakan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya mengejar kualitas akademik, tetapi juga menjunjung tinggi relevansi dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Dengan visi yang berorientasi pada masa depan, Untag mengajak generasi muda untuk tumbuh, belajar, dan berinovasi bersama dalam menjawab tantangan era digital dan global.