MALANG, Zona Malang – Jelang keberangkatan jamaah calon haji 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengingatkan aturan terkait barang bawaan yang boleh dibawa oleh para jamaah. Hal ini disampaikan oleh Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, saat menerima kedatangan jamaah kloter 1 dan 2 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, Kamis (1/5/2025).
Akhmad menegaskan bahwa tidak hanya jenis barang yang dibatasi, tetapi juga batasan berat barang yang boleh dibawa oleh para jamaah. Pembatasan ini bertujuan untuk memperlancar proses keberangkatan para jamaah. “Jangan sampai, karena terlalu berat sehingga koper harus dibongkar petugas sehingga membuat prosesnya menjadi lama,” imbuh Akhmad.
Salah satu contoh yang diberikan Akhmad adalah, jamaah diperbolehkan membawa maksimal 200 batang rokok per orang. Selain itu, barang-barang yang membahayakan, baik di tas jinjing maupun koper, tidak diperkenankan masuk ke pesawat.
Tidak hanya itu, Akhmad juga mengingatkan para jamaah untuk tidak perlu membawa peralatan masak, karena selama di Tanah Suci, jamaah telah dijamin mendapatkan porsi makan sebanyak 127 kali. “Fokus ibadah saja, tidak perlu masak disana,” tegasnya.
Pemeriksaan koper dan tas jinjing juga dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan. “Sekecil apa pun yang berpotensi menyebabkan kecelakaan atau hal-hal yang tidak baik harus kita betul-betul minimalisir, bahkan ditiadakan karena ini menyangkut keselamatan penerbangan,” pungkas Akhmad.
Selain itu, Akhmad juga menekankan bahwa pembatasan barang bawaan ini bertujuan untuk memperlancar proses keberangkatan para jamaah. “Bukan hanya jenis barang saja yang tidak boleh tetapi juga batasan berat juga perlu diperhatikan oleh para jamaah,” kata Akhmad.
Akhmad menjelaskan bahwa pembatasan ini dilakukan agar tidak terjadi kendala saat proses pemeriksaan koper dan tas jinjing. “Jangan sampai, karena terlalu berat sehingga koper harus dibongkar petugas sehingga membuat prosesnya menjadi lama,” imbuhnya.
Sementara itu, Akhmad juga mengingatkan para jamaah untuk tidak membawa barang-barang yang membahayakan, baik di tas jinjing maupun koper. “Barang-barang yang membahayakan, baik di tas jinjing maupun koper, tidak diperkenankan masuk ke pesawat,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Akhmad juga menyampaikan bahwa pemeriksaan koper dan tas jinjing akan dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan. “Sekecil apa pun yang berpotensi menyebabkan kecelakaan atau hal-hal yang tidak baik harus kita betul-betul minimalisir, bahkan ditiadakan karena ini menyangkut keselamatan penerbangan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Akhmad juga mengingatkan para jamaah untuk tidak perlu membawa peralatan masak, karena selama di Tanah Suci, mereka telah dijamin mendapatkan porsi makan sebanyak 127 kali. “Fokus ibadah saja, tidak perlu masak disana,” tegas Akhmad.







