Zona KHAS Pasar Pon Kabupaten Trenggalek, Bank Jatim Dukung UMKM Halal

MALANG, Zona Malang – Bank Jatim Terus Dukung Pengembangan UMKM di Trenggalek Melalui Peluncuran Zona KHAS Pasar Pon

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan menghadiri acara peluncuran Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Peluncuran Zona KHAS Pasar Pon tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI. Acara ini dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, serta AVP Kredit Mikro Bank Jatim Fiki Effendy.

Dalam kesempatan ini, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, R. Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa Zona KHAS Pasar Pon akan diisi oleh 70 pelaku usaha mikro, sebagian besar di antaranya telah memiliki sertifikasi halal. Menurutnya, peluncuran zona ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan kuliner halal, aman, dan sehat di Pasar Pon Trenggalek.

“Peluncuran zona KHAS ini adalah langkah penting dalam mewujudkan kuliner halal, aman, dan sehat di Pasar Pon Trenggalek. Tentu hal tersebut akan berdampak baik terhadap pelaku usaha maupun konsumen. Dengan begitu, kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap gaya hidup halal akan meningkat,” ungkap Arief.

Arief menambahkan, Bank Jatim akan terus berperan penting dalam membantu para pelaku UMKM melalui berbagai program, mulai dari pembiayaan, pemasaran, pendampingan, hingga fasilitasi. Hal ini dilakukan demi meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan pasar.

Selain itu, Bank Jatim juga akan memperluas jaringan pasar, membantu pembuatan QRIS untuk proses transaksi bagi UMKM, serta memberikan fasilitasi pembiayaan kepada pelaku UMKM di Zona KHAS Pasar Pon. Dengan adanya sinergi antara Bank Jatim dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, diharapkan dapat mendorong roda perekonomian masyarakat dan meningkatkan legalitas bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan bahwa dengan adanya Zona KHAS ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada para konsumen karena mereka kini bisa menikmati makanan yang aman, sehat, dan halal. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendorong sertifikasi halal bagi para pelaku usaha, salah satunya melalui Zona KHAS.

“Zona KHAS di Pasar Pon Trenggalek yang berisi sekitar 70 UMKM kuliner ini akan jadi kebanggaan kita bersama. Sertifikasi halal bagi para UMKM menjadi indikator penting, mengingat terdapat ratusan UMKM di Trenggalek. Semoga dengan adanya Zona KHAS ini dapat menjadi inspirasi oleh seluruh tempat di wilayah Trenggalek,” ujar Nur Arifin.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, juga menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong kemudahan legalisasi dan sertifikasi usaha agar UMKM semakin produktif dan berdaya saing.

“Pemerintah terus meningkatkan produktivitas usaha mikro secara nasional melalui fasilitas kemudahan untuk mendapatkan legalisasi dan sertifikasi usaha. Inilah urgensi diselenggarakannya Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, sebagaimana amanat PP 7 Tahun 2021,” ujar Riza.

Riza juga menegaskan bahwa Kementerian UMKM akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggulirkan berbagai program strategis, termasuk penyaluran KUR ke sektor produksi, pelibatan UMKM dalam program makan bergizi gratis, serta terlibat pembangunan 3 juta unit perumahan rakyat.

Dengan adanya Zona KHAS Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain dalam mendukung pengembangan UMKM dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya.