MALANG, Zona Malang – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya membenahi infrastruktur jalan menuju kawasan wisata alam Ijen yang masuk dalam Ijen Geopark, salah satu warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG).
Badan Pelaksana Binamarga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso baru-baru ini melakukan pemeliharaan jalan di ruas Kluncing – Gunung Malang hingga ruas Sempol – Curahmacan, tepatnya di pertigaan menuju Kawah Wurung, sepanjang 25 kilometer. Pemeliharaan jalan ini dilakukan dalam rangka memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Ijen Geopark.
Plt Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa pemeliharaan jalan ini dilakukan menjelang revalidasi Ijen Geopark yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Berbagai situs geologi di kawasan Ijen, seperti Kaldera Ijen, Black Lava Plalangan, Kawah Wurung, dan Kawah Ijen, telah masuk dalam warisan UGG, sehingga infrastruktur jalan harus diperbaiki untuk mendukung aglomerasi kawasan Ijen yang diwacanakan oleh Bupati Bondowoso.
Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, BSBK melakukan pembersihan bahu jalan dan drainase, karena banyak rumput dan tanaman liar yang mulai menjalar ke badan jalan. Hal ini dilakukan agar pengguna jalan dan wisatawan merasa lebih nyaman saat berkunjung ke kawasan Ijen Geopark.
Selanjutnya, pada hari Minggu, 4 Mei 2025, BSBK melakukan perbaikan jalan berlubang dengan kedalaman berkisar 20-25 sentimeter dan lebar/panjang mulai 3 meter hingga 5 meter. Ansori menyampaikan bahwa kerusakan jalan cukup variatif, baik dari sisi lebar maupun kedalaman, dan banyak pengendara yang jatuh akibat jalan berlubang.
Menurut Ansori, ada beberapa faktor yang menyebabkan jalan menuju Taman Wisata Alam (TWA) Ijen mengalami kerusakan, meskipun lalu lintas menuju kawasan tersebut tidak terlalu padat. Salah satunya adalah tonase kendaraan yang melintas melebihi beban maksimum untuk kelas jalan kabupaten. Selain itu, ada juga kerusakan akibat bencana longsor yang menyebabkan material bangunan memakan badan jalan.
BSBK telah menganggarkan Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan menuju Kawah Ijen, terutama pada ruas yang mengalami kerusakan cukup parah dari Kawah Wurung ke Kawah Ijen. Namun, karena efisiensi, anggaran tersebut terpaksa dipangkas. Ansori berharap bahwa ke depannya, anggaran untuk perbaikan ruas jalan menuju kawasan ini dapat kembali direalisasikan.
Selain perbaikan jalan, BSBK juga melakukan pembersihan bahu jalan dan drainase untuk menghindari gangguan dari rumput dan tanaman liar yang menjalar ke badan jalan. Upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Ijen Geopark.
Ijen Geopark sendiri telah menjadi warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG), sehingga pemeliharaan infrastruktur jalan menuju kawasan ini menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dengan adanya perbaikan jalan, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam Ijen Geopark.
Selain itu, Bupati Bondowoso juga telah menginisiasi adanya aglomerasi Ijen, yang akan direvalidasi pada tahun 2026. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan kawasan Ijen Geopark sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur.







