MALANG, Zona Malang – Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, atau yang akrab disapa Ra Hamid, baru-baru ini menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Shangri-La Hotel, Surabaya, pada Sabtu (10/5/2025). Kehadiran Ra Hamid dalam acara ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik, termasuk Partai Golkar, dalam membangun Bondowoso yang lebih baik.
Ra Hamid menyampaikan bahwa Musda merupakan momen strategis untuk memperkuat arah dan program kerja partai demi menjawab tantangan masa depan. Menurutnya, Musda harus menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, keteraturan, serta semangat musyawarah. Tujuannya jelas, untuk membentuk struktur organisasi yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Musda ini harus menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, keteraturan, serta semangat musyawarah. Tujuannya jelas, untuk membentuk struktur organisasi yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Ra Hamid.
Ra Hamid juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik, termasuk Partai Golkar, dalam membangun Bondowoso yang lebih baik. Ia menyampaikan bahwa Partai Golkar merupakan salah satu mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
“Partai Golkar merupakan salah satu mitra strategis kami. Semua partai diharapkan terus berkolaborasi dengan pemerintah demi menciptakan Bondowoso yang berdaya saing dan berkarakter,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda ini, yang menurutnya menunjukkan komitmen Partai Golkar dalam menjaga soliditas internal dan perannya dalam pembangunan daerah. Ra Hamid menyampaikan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini diberikan Partai Golkar kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini diberikan Partai Golkar,” tambah Ra Hamid.
Selain itu, Ra Hamid juga mengingatkan bahwa partai politik bukan sekadar wadah organisasi, melainkan bagian penting dari masyarakat yang memiliki peran sebagai jembatan aspirasi rakyat dengan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus partai adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar pekerjaan.
“Menjadi pengurus partai adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah panggilan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Musda XI ini, lanjut Ra Hamid, merupakan forum evaluasi dan perumusan program kerja yang lebih baik ke depan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan bertukar ide demi kemajuan Bondowoso. Ia berharap, Musda XI ini akan melahirkan kepemimpinan dan program yang solid untuk mendorong Indonesia maju, menuju Indonesia Emas 2045.
“Selamat atas pelaksanaan Musda XI. Semoga lahir kepemimpinan dan program yang solid untuk mendorong Indonesia maju, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ra Hamid.







