MALANG, Zona Malang – Jelang keberangkatan musim haji tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menghimbau para calon jamaah haji untuk mempersiapkan kondisi fisik mereka secara matang. Hal ini dikarenakan banyak jamaah haji yang mengalami kelelahan fisik serta berbagai keluhan kesehatan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun.
Kabid Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengungkapkan bahwa perbedaan suhu ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi perhatian khusus. Suhu di Madinah diperkirakan mencapai 42°C dan Makkah 43°C, jauh di atas suhu rata-rata di Surabaya. Oleh karena itu, Rosidi menyarankan agar jamaah tidak memaksakan aktivitas fisik, perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi, dan menggunakan sandal yang nyaman untuk mencegah lecet.
Selain itu, Rosidi juga mengingatkan pentingnya bagi jamaah haji untuk membawa alat pelindung diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, serta obat-obatan pribadi selama menjalani ibadah haji. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keamanan selama berada di tanah suci.
Untuk mendukung layanan kesehatan bagi jamaah, PPIH Embarkasi Surabaya menyiagakan 100 tenaga kesehatan setiap hari, lengkap dengan 10 unit ambulans yang beroperasi di asrama dan Bandara Internasional Juanda. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap jamaah haji dapat memperoleh perawatan medis yang memadai selama berada di Tanah Suci.
Berdasarkan data dari Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya hingga Rabu (14/5), keluhan kesehatan yang paling dominan di antara jamaah haji adalah hipertensi dengan 233 kasus, disusul gangguan pernapasan 63 kasus, diabetes 32 kasus, pro BTA/TBC (19 kasus), dan anemia (14 kasus). Saat ini, 8 jamaah masih dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya, sementara lima orang lainnya dipulangkan ke daerah asal karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Rosidi menambahkan bahwa salah satu jamaah asal Jember dipulangkan karena mengalami demensia berat dan dinyatakan tidak layak untuk diberangkatkan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi calon jamaah haji untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan mereka secara matang sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dalam upaya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para jamaah haji, PPIH Embarkasi Surabaya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Hal ini termasuk menyiagakan tenaga medis yang terampil, menyediakan fasilitas medis yang memadai, serta memberikan edukasi dan pendampingan bagi jamaah haji sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan ibadah haji.
Bagi para calon jamaah haji, penting untuk memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh PPIH Embarkasi Surabaya. Dengan persiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental, diharapkan para jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan aman. Kerjasama yang erat antara jamaah haji, PPIH, dan pemerintah akan menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Selain itu, PPIH Embarkasi Surabaya juga terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.
Rosidi Roslan, selaku Kabid Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, menegaskan, “Kami terus berupaya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para jamaah haji. Kami berharap agar para calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri dengan baik, sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan aman.”
Dengan adanya upaya yang komprehensif dari PPIH Embarkasi Surabaya, serta kesadaran dan kesiapan dari para calon jamaah haji, diharapkan musim haji tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Semoga seluruh jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan membawa pulang pengalaman yang berkesan.







