Tekad Menpora Dito: PON 2028 NTT-NTB Bakal Usung Konsep Keberlanjutan

MALANG, Zona Malang – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengusung konsep keberlanjutan. Hal ini disampaikan Menpora Dito usai membuka Kejuaraan Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) di Bukit Sky Lancing, Lombok Tengah, NTB.

Menpora Dito menegaskan bahwa konsep keberlanjutan ini menjadi fokus utama pemerintah dalam pelaksanaan PON 2028 mendatang. “Kita akan mengkonsepkan PON yang berkelanjutan,” ujar Menpora Dito, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (24/5/2025). Penekanan utama dari konsep ini adalah memastikan bahwa setiap fasilitas olahraga yang dibangun tidak akan terbengkalai setelah acara. “Venue yang dibangun harus digunakan, tidak boleh terbengkalai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dito menambahkan bahwa pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PON Aceh-Sumut sebelumnya. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa PON berikutnya benar-benar tepat guna dan memberikan manfaat yang maksimal. “Setelah PON Aceh-Sumut, kita akan lakukan evaluasi menyeluruh. Fokus utama kita adalah menjaga keberlanjutannya, itu yang harus diutamakan,” pungkas Menpora Dito.

Menurut Dito, komitmen pemerintah dalam menciptakan ajang olahraga yang tidak hanya sukses secara kompetisi tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi daerah penyelenggara menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan konsep keberlanjutan yang akan diterapkan dalam PON 2028 di NTT dan NTB.

Selain itu, Dito juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, dalam mewujudkan kesuksesan PON 2028. Kolaborasi yang erat dan sinergi yang kuat akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa ajang olahraga terbesar di Indonesia ini dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi daerah penyelenggara.

Dito berharap, dengan konsep keberlanjutan yang akan diterapkan, PON 2028 di NTT dan NTB dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan PON di masa depan. Fasilitas olahraga yang dibangun tidak hanya akan dimanfaatkan selama ajang tersebut berlangsung, tetapi juga dapat terus digunakan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan aktivitas fisik dan prestasi olahraga di daerah masing-masing.

Selain itu, Dito juga menekankan bahwa PON 2028 akan menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya di NTT dan NTB kepada dunia. Dengan konsep keberlanjutan, diharapkan ajang ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua provinsi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dito juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah NTT dan NTB atas komitmen dan dukungan mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan PON 2028. Menurutnya, kerjasama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi kunci keberhasilan ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

Sebagai informasi, PON 2028 di NTT dan NTB akan menjadi kali pertama ajang ini diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan pengembangan olahraga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan konsep keberlanjutan yang diterapkan, diharapkan PON 2028 dapat menjadi momentum bagi percepatan pembangunan infrastruktur olahraga dan peningkatan prestasi atlet di kedua provinsi tersebut.

Dito menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi persiapan penyelenggaraan PON 2028 di NTT dan NTB. Kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci untuk mewujudkan ajang olahraga yang tidak hanya sukses secara kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di kedua provinsi tersebut.