MALANG, Zona Malang – Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Defense Attaché Tour 2025
Provinsi Jawa Timur Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Strategis
Jawa Timur terpilih menjadi tuan rumah Defense Attaché Tour Tahun Anggaran 2025, sebuah agenda strategis yang digelar oleh Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (26/5/2025), dan dihadiri atase pertahanan dari 17 negara sahabat.
Salah satu Delegasi yang Mencuri Perhatian
Salah satu delegasi yang mencuri perhatian adalah Atase Pertahanan Serbia, Kolonel Miloje Zdarvkovic. Ia secara terbuka mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang dinilainya memiliki rekam jejak perjuangan sejak era reformasi 1998 serta kiprah dalam memperjuangkan keadilan sosial dan hak-hak perempuan. Zdarvkovic bahkan mengutip falsafah khas Jawa Timur, “Jer Basuki Mawa Beya,” sebagai bentuk kekaguman terhadap nilai perjuangan masyarakat Jatim.
Alasan Pemilihan Jawa Timur sebagai Lokasi Kegiatan
Perwakilan Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Czi Sugeng Haryadi Yogopranomo, menjelaskan bahwa pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada nilai strategis wilayah ini dalam sektor industri pertahanan, budaya, serta pariwisata. “Surabaya dan Malang menjadi kawasan penting dalam pengembangan industri pertahanan nasional, sekaligus memiliki potensi budaya dan wisata yang layak diperkenalkan ke dunia,” ujarnya.
Agenda Kunjungan Atase Pertahanan
Selama agenda kunjungan, para atase dijadwalkan meninjau berbagai titik strategis, termasuk kawasan industri, sentra budaya, dan destinasi wisata unggulan. Penutupan kegiatan akan dilakukan di Taman Safari Prigen, Pasuruan, yang dikenal sebagai model sukses pengelolaan wisata berbasis konservasi.
Sambutan Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga membuka pintu kerja sama strategis lintas sektor — mulai dari pertahanan, ekonomi, hingga promosi budaya.
Filosofi Jawa Timur yang Relevan
“Jawa Timur memiliki kekuatan besar dalam industri, pertahanan pangan, dan pariwisata. Filosofi kami, ‘Jer Basuki Mawa Beya’, sangat relevan dalam konteks diplomasi dan kerja sama internasional yang membutuhkan perjuangan dan komitmen bersama,” tegas Khofifah.
Harapan Gubernur Khofifah
Khofifah berharap kunjungan ini dapat meninggalkan kesan positif dan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan negara-negara sahabat.
Potensi Jawa Timur dalam Berbagai Sektor
Jawa Timur memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, termasuk industri pertahanan, pertahanan pangan, dan pariwisata. Gubernur Khofifah meyakini bahwa filosofi “Jer Basuki Mawa Beya” sangat relevan dalam konteks diplomasi dan kerja sama internasional yang membutuhkan perjuangan dan komitmen bersama.
Apresiasi Atase Pertahanan Serbia
Kolonel Miloje Zdarvkovic, Atase Pertahanan Serbia, secara terbuka mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai Gubernur Khofifah memiliki rekam jejak perjuangan sejak era reformasi 1998 serta kiprah dalam memperjuangkan keadilan sosial dan hak-hak perempuan. Zdarvkovic bahkan mengutip falsafah khas Jawa Timur, “Jer Basuki Mawa Beya,” sebagai bentuk kekaguman terhadap nilai perjuangan masyarakat Jatim.
Potensi Industri Pertahanan di Jawa Timur
Surabaya dan Malang menjadi kawasan penting dalam pengembangan industri pertahanan nasional, sekaligus memiliki potensi budaya dan wisata yang layak diperkenalkan ke dunia. Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada nilai strategis wilayah ini dalam sektor industri pertahanan, budaya, serta pariwisata.
Penutupan Kegiatan di Taman Safari Prigen
Penutupan kegiatan Defense Attaché Tour 2025 akan dilakukan di Taman Safari Prigen, Pasuruan, yang dikenal sebagai model sukses pengelolaan wisata berbasis konservasi. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Timur tidak hanya memiliki potensi dalam industri pertahanan, tetapi juga dalam sektor pariwisata yang berwawasan lingkungan.







