Menuju Destinasi Medis Kelas Dunia: RSUD Soewandhie Disiapkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Medical Tourism

MALANG, Zona Malang – RSUD Dr Muhammad Soewandhi di Surabaya akan dikembangkan sebagai rumah sakit unggulan berbasis medical tourism. Hal ini terungkap saat rapat evaluasi kinerja triwulan I oleh Komisi D DPRD Surabaya.

Anggota Komisi D, dr. Michael Leksodimulyo, memberikan apresiasi atas peningkatan pendapatan RSUD Soewandhie yang disebutnya “kumlaut”, bahkan bisa menjadi percontohan bagi rumah sakit pemerintah lainnya. “Kalau dibandingkan dengan daerah lain, capaian RS Soewandhie luar biasa. Sekarang yang penting adalah strategi belanjanya, terutama untuk pengadaan alat kesehatan dan penguatan program unggulan rumah sakit,” ujar Michael.

Anggota Komisi D lainnya, Ajeng Wira Wati, menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Menurutnya, masyarakat akan tetap memilih rumah sakit pemerintah jika pelayanan yang diberikan setara atau bahkan lebih baik dibanding rumah sakit swasta. “Kita harus jaga kualitas pelayanan. Masyarakat sekarang cerdas, dan akan membandingkan. RSUD Soewandhie harus jadi pilihan utama, bukan alternatif terakhir,” kata Ajeng.

Sementara Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir menambahkan bahwa Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan layanan medical tourism. Ia menyarankan RSUD Soewandhie mulai menawarkan paket layanan terpadu seperti medical check-up yang dikombinasikan dengan wisata kota. “Negara lain seperti Malaysia sudah sukses dengan konsep ini. Surabaya bisa menyusul dengan format yang khas, tak perlu meniru secara mentah,” tegasnya.

Menanggapi masukan tersebut, Direktur RSUD Dr. Soewandhie, dr. Billy Daniel Mesakh, menyampaikan bahwa rumah sakit kini tengah menyiapkan sejumlah layanan baru, termasuk rencana pembangunan Soewandhie Oncology Center. Pendapatan rumah sakit juga dilaporkan mengalami peningkatan signifikan.

Namun, Billy menyebut sejumlah kendala seperti skema regulasi BPJS masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan layanan. “Kami sudah punya alat dan jaringan, tapi ruang gerak kami dibatasi regulasi. Kami tidak meninggalkan BPJS, tapi butuh layanan berbayar sebagai penyeimbang untuk kelangsungan rumah sakit,” ujarnya.

Billy juga menekankan pentingnya penguatan brand image dan pemahaman staf terhadap visi rumah sakit. “Saya butuh tim yang bukan hanya bekerja, tapi memahami layanan unggulan yang kita miliki. RS Soewandhie tidak bisa lagi dipandang sebagai rumah sakit biasa,” tambahnya.

Bappedalitbang Surabaya, Puspita Ayuningtyas menjelaskan bahwa RSUD Soewandhie telah diusulkan ke Kementerian Kesehatan sebagai salah satu dari 12 rumah sakit yang disiapkan untuk program nasional medical tourism. Prosesnya sempat tertunda akibat pergantian pejabat di Kemenkes, namun kini tengah menunggu tindak lanjut dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.

“Kami juga sudah menyiapkan situs medicaltourism.surabaya.go.id untuk mendukung promosi, dan menggandeng biro perjalanan wisata agar jangkauannya lebih luas,” kata Puspita. Ia menambahkan bahwa Surabaya akan segera menyusul kota-kota seperti Malang, Medan, dan Sulawesi Utara yang lebih dulu masuk dalam jaringan medical tourism nasional.

Dengan pengembangan RSUD Dr Muhammad Soewandhi sebagai rumah sakit unggulan berbasis medical tourism, Surabaya diharapkan dapat menjadi destinasi tujuan bagi wisatawan kesehatan, baik domestik maupun internasional. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kota dan meningkatkan citra Surabaya sebagai kota yang maju dan modern.