Sampah Jadi Bahan Bakar, Pemkab Jombang Pasok 10 Ton ke Pabrik Tuban

MALANG, Zona Malang – Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang terus bertambah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF) yang akan digunakan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Pabrik Tuban.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang baru saja melakukan pengiriman perdana 10 ton RDF ke SIG Pabrik Tuban. RDF tersebut diproduksi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Pengiriman perdana ini ditandai dengan prosesi pecah kendi oleh Bupati Jombang, Warsubi, dan Project Management Sr Officer SIG, Ita Sadono, di depan truk pengangkut RDF di area TPA Banjardowo.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa produk RDF dari Kabupaten Jombang akan meningkatkan porsi penggunaan bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen di SIG Pabrik Tuban. Sebelumnya, SIG Pabrik Tuban telah memanfaatkan RDF sebagai substitusi batu bara yang berasal dari beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Ponorogo, dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

“Pemanfaatan RDF merupakan bentuk kepedulian SIG untuk membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Pada sisi lain, pemanfaatan RDF juga membantu Perusahaan mendapatkan bahan bakar alternatif untuk substitusi batu bara dalam proses produksi dan mendukung tercapainya target penurunan emisi karbon,” kata Vita Mahreyni.

Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG yang siap menampung dan menjadi offtaker RDF dari TPA Banjardowo, Jombang. Hal ini didukung dengan bantuan mesin pemilahan dan pengolahan sampah dari Emission Reduction In Cities dari Jerman melalui Kementerian PU untuk menghasilkan RDF yang bernilai ekonomis.

“Produksi RDF yang baru dikirimkan sebanyak 10 ton masih tergolong sedikit, pasalnya SIG siap menampung 50 ton RDF per hari, atau berapa pun yang mampu diproduksi TPA Banjardowo. Kita berharap kapasitas produksi mampu meningkat seiring waktu. Kerja sama dengan SIG ini membawa harapan baru bagi Pemkab Jombang untuk menyelesaikan persoalan sampah yang terus berkembang, dengan harapan dapat meningkatkan produksi RDF secara berkelanjutan dan bertahap mengatasi masalah sampah di Kabupaten Jombang,” ujar Warsubi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menambahkan bahwa dengan populasi penduduk 1,4 juta jiwa, potensi sampah di Jombang mencapai 530 ton per hari. Selama ini, sampah-sampah tersebut diambil, diangkut, diolah, dipilah, dan sisanya dibuang ke landfill.

“Alhamdulillah, setelah ada kerja sama dengan SIG, cara kami mengolah sampah ada perubahan. Setelah kita olah dan pilah, sampah yang tidak punya nilai ekonomis tinggi yang dulu dibuang ke landfill, sekarang kita olah jadi RDF,” kata Miftahul Ulum.

Saat ini, TPA Banjardowo mampu memproduksi 6 – 10 ton RDF per hari, yang diolah dari 30 – 40 ton sampah. Ke depan, volume produksi RDF ini secara bertahap akan terus ditingkatkan sehingga nilai ekonomis yang diperoleh Pemkab Jombang juga bertambah.

“Harapan kami RDF yang dikirim memiliki kualitas yang baik, agar sampah di Jombang tidak makin menumpuk di TPA, bahkan yang sudah menggunung puluhan tahun bisa kami olah menjadi RDF,” ungkap Miftahul Ulum.

Dengan adanya kerja sama antara Pemkab Jombang dan SIG, diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah yang terus meningkat di Kabupaten Jombang. Pemanfaatan sampah menjadi RDF tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga membantu menjaga lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.