Perguruan Silat Jogo Jatim Diajak Polres Pasuruan Untuk Berkolaborasi

MALANG, Zona Malang – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan Polda Jatim mengajak seluruh perguruan pencak silat di wilayahnya untuk turut serta dalam program “Jogo Jatim”. Ajakan ini disampaikan oleh Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irawan usai mengikuti Silaturahmi Kamtibmas Kapolda Jatim bersama Ketua Perguruan Silat se-Jawa Timur, yang juga dibarengi dengan Revitalisasi Satgas Pam Sentot Prawirodirdjo di Kota Madiun, Kamis (29/5/2025).

Kegiatan penting ini terpusat secara virtual melalui Zoom Meeting, dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, M.Si., dan diikuti oleh seluruh jajaran Polres se-Jatim. Bertempat di Ruang Rupatama Polres Pasuruan, jajaran pimpinan Polres Pasuruan bersama tokoh-tokoh perguruan silat terkemuka seperti Pagar Nusa, PSHT, IKSPI, dan PSHW dari wilayah Kabupaten Pasuruan hadir untuk menyimak dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Irawan, menjelaskan bahwa inisiatif yang digagas Polda Jatim ini merupakan langkah strategis dalam membangun harmoni antara aparat keamanan dan komunitas silat di daerah. “Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan seluruh elemen perguruan silat,” ujar AKBP Dani.

Ia menegaskan bahwa Polres Pasuruan siap menjalankan arahan Kapolda, termasuk menghidupkan kembali Satgas Pam Sentot Prawirodirdjo di tingkat lokal. “Kami ajak seluruh perguruan pencak silat yang ada khususnya di Kabupaten Pasuruan dan Jawa Timur pada umumnya, untuk bersama berkomitmen Jogo Jatim,” tegas AKBP Dani. Ia menambahkan bahwa keberadaan perguruan silat di Kabupaten Pasuruan adalah kekuatan budaya yang harus dirangkul dan diberdayakan secara positif.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta juga mengikuti pembacaan Maklumat Aman Suro dan penandatanganan Kesepakatan Bersama. Kesepakatan ini berisi komitmen untuk menjaga ketertiban saat kegiatan perguruan, melarang penggunaan atribut-atribut provokatif, serta membangun budaya musyawarah dalam menyelesaikan konflik.

“Kita tidak ingin ada lagi konflik horizontal yang melibatkan perguruan. Kita ingin menciptakan iklim Pasuruan yang aman, damai, dan guyub. Ini bukan tugas Polisi semata, tapi tanggung jawab bersama,” tutup AKBP Dani, menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Hal ini sejalan dengan upaya Polda Jatim untuk membangun kerja sama yang erat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas pencak silat, dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Melalui program “Jogo Jatim”, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan warga, sehingga Jawa Timur dapat terjaga dengan aman dan kondusif.

Lebih lanjut, AKBP Dani menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong keterlibatan aktif perguruan silat dalam menjaga keamanan wilayah. Menurutnya, keberadaan perguruan silat memiliki peran strategis dalam membina nilai-nilai budaya dan karakter masyarakat, sehingga dapat menjadi mitra yang efektif bagi Polri dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman dan sejahtera.

Dalam kesempatan ini, para pemimpin perguruan silat juga menyambut baik inisiatif Polda Jatim dan berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam program “Jogo Jatim”. Mereka meyakini bahwa kolaborasi yang erat antara kepolisian dan komunitas silat akan memberikan dampak positif bagi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, kesepakatan bersama yang ditandatangani juga diyakini dapat menjadi landasan kuat untuk mencegah terjadinya konflik horizontal di antara perguruan silat. Dengan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban, menghindari penggunaan atribut provokatif, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah, diharapkan dapat tercipta suasana yang harmonis dan kondusif di wilayah Pasuruan dan Jawa Timur pada umumnya.