MALANG, Zona Malang – Perjalanan ibadah haji tahun 2025 dari Embarkasi Surabaya telah berakhir. Kloter terakhir, yaitu kloter 97, telah diberangkatkan pada Jumat (30/5/2025) pukul 21.45 WIB. Sebanyak 332 jemaah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur mengisi kloter pamungkas ini.
Pelaksana Harian Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menyampaikan pesan kepada jemaah kloter 97. Ia mengingatkan bahwa bekal terbaik dalam berhaji adalah takwa kepada Allah. Sugiyo juga menekankan pentingnya menjaga keikhlasan, kesabaran, kesehatan, dan ucapan selama melaksanakan ibadah haji.
“Kloter pamungkas ini berjumlah 332 jemaah,” ujar Sugiyo. Jemaah yang diberangkatkan pada kloter 97 ini berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, meliputi Blitar, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Malang, Magetan, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Sidoarjo, Tulungagung, Kota Malang, dan Kota Surabaya. Beberapa jemaah dari daerah tersebut juga telah berangkat lebih dulu melalui kloter 68 dan 73.
Sugiyo melaporkan, hingga Jumat pagi (30/5/2025), terdapat 14 jemaah dari Embarkasi Surabaya yang wafat. Rinciannya, empat jemaah wafat di RS Haji Surabaya, dua wafat di pesawat, dan delapan di Arab Saudi. Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci dari Embarkasi Surabaya mencapai 36.815 orang. Dari total kuota 36.845 jemaah, 30 orang di antaranya batal berangkat.
Kloter 97 ini unik karena di dalamnya terdapat perwakilan dari delapan syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) yang berbeda. “Karena ini kloter terakhir, semua syarikah ada perwakilannya,” jelas Sugiyo. Kloter 97 dijadwalkan terbang pada Sabtu (31/5) pukul 02.10 WIB menggunakan pesawat Saudia Airlines.
Sebelumnya, Embarkasi Surabaya telah mengirimkan jemaah haji melalui 96 kloter sebelumnya. Proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya berjalan lancar dan tertib, meskipun ada beberapa kendala yang harus dihadapi.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masalah kesehatan jemaah. Beberapa jemaah harus mendapatkan perawatan medis selama perjalanan haji. Pihak PPIH Embarkasi Surabaya bekerja keras untuk memastikan semua jemaah mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti maskapai penerbangan, agensi perjalanan, dan pemerintah Arab Saudi, juga menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji dari Embarkasi Surabaya. Setiap elemen harus bersinergi untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaah selama melaksanakan ibadah haji.
Meskipun ada beberapa tantangan, Embarkasi Surabaya berhasil mengirimkan jemaah haji dengan baik. Hal ini menunjukkan komitmen dan kerja keras seluruh tim PPIH Embarkasi Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Diharapkan, pengalaman berharga ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.







