Kediri, 6 April 2026 — Pertandingan lanjutan Indonesia Super League antara Persik Kediri dan Persijap Jepara berakhir dengan skor imbang 0-0 di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Senin sore (6/4) waktu setempat. Meski tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang, kedua tim gagal menembus pertahanan lawan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Persik Kediri, yang dikenal sebagai Macan Putih, tampil dominan di lini tengah dan mencoba menguasai alur permainan. Namun, Persijap Jepara yang bermain sebagai tamu menunjukkan ketangguhan di lini belakang, memastikan tidak ada peluang berbahaya yang tercipta di babak pertama.
Di menit ke-28, Persik sempat berada di atas angin setelah Jose Enrique mencatatkan gol lewat sontekan dekat gawang. Namun, wasit langsung membatalkan gol tersebut setelah memeriksa video asisten wasit (VAR) dan menilai Enrique berada dalam posisi offside. Keputusan ini menjadi titik balik permainan, karena semangat Persik terlihat sedikit meredup sebelum jeda.
Babak kedua membuka peluang lebih besar bagi kedua tim. Persijap Jepara, yang dijuluki Laskar Kalinyamat, mencoba membalas dengan serangan cepat melalui sisi kanan. Pada menit ke-49, Carlos Franca mendapat kesempatan emas dari dalam kotak penalti, tetapi tendangannya terlalu lemah dan dapat dengan mudah diamankan oleh kiper Persik, Leonardo Navacchio.
Persik Kediri kembali berpeluang memecah kebuntuan pada menit ke-55 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran Najeeb Yakubu terhadap pemain mereka. Jose Enrique, yang sebelumnya kecewa karena golnya dianulir, diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan ini. Namun, eksekusi penaltinya justru ditepis oleh kiper Persijap, Sendri Johansyah, yang tampil sangat solid di bawah gawang.
Setelah kegagalan tersebut, kedua tim terus berusaha menekan. Persik mencoba mengandalkan kecepatan sayap dan umpan-umpan pendek untuk membuka celah, sementara Persijap berupaya memanfaatkan permainan bola mati untuk menciptakan peluang. Namun, lini pertahanan masing-masing berhasil menjaga kebersamaan dan tidak memberikan celah bagi lawan.
Hingga peluit akhir berbunyi, tidak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 menjadi hasil akhir dari pertarungan yang berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap terjaga sportivitasnya. Kedua pelatih, Marcos Reina untuk Persik dan pelatih Persijap, tampak puas dengan hasil ini, meskipun tak memenuhi harapan untuk meraih tiga poin.
Di klasemen sementara Indonesia Super League, Persik Kediri berada di posisi 12 dengan 30 poin dari 24 pertandingan. Sementara itu, Persijap Jepara berada di posisi 14 dengan 22 poin. Kedua tim kini harus berupaya keras untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen menjelang paruh musim.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa meski memiliki ambisi untuk meraih kemenangan, kedua tim juga sadar akan pentingnya menjaga kekompakan dan konsistensi dalam setiap laga. Di tengah tekanan kompetitif yang tinggi, hasil imbang bisa dianggap sebagai pencapaian yang tidak kecil, terutama bagi tim yang bermain di luar kandang.
Dalam konteks olahraga sepak bola Indonesia, hasil imbang seperti ini sering kali menjadi refleksi dari keseimbangan kekuatan di level kompetisi. Meskipun tidak memuaskan bagi pendukung yang menginginkan kemenangan, hasil ini tetap memberi peluang bagi kedua tim untuk memperbaiki strategi dan menata kembali persiapan di laga-laga mendatang.
Kini, Persik Kediri dan Persijap Jepara harus kembali fokus pada persiapan untuk laga berikutnya, mengingat kompetisi semakin ketat dan setiap poin berarti. Di tengah dinamika yang terus berubah, semangat persatuan dan komitmen terhadap permainan yang sehat tetap menjadi nilai utama yang harus dijaga oleh semua pihak.







