Zonamalang.com – Manajemen Arema FC mengambil sikap tegas dengan menyediakan bantuan hukum kepada empat warga yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan dan perusakan kendaraan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu, Kabupaten Malang.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa pihak klub telah berkoordinasi dengan organisasi Aremania Utas untuk memberikan pendampingan hukum penuh kepada para tersangka selama proses persidangan berlangsung.
Bentuk Tanggung Jawab Moral Klub
Yusrinal menjelaskan bahwa langkah pengayoman ini merupakan wujud tanggung jawab moral Arema FC terhadap warganya. Klub tidak ingin melepaskan begitu saja individu yang diduga terlibat dalam insiden tersebut tanpa pendampingan yang memadai.
“Kami telah menyiapkan tim kuasa hukum profesional untuk mendampingi mereka. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga persaudaraan di Bumi Arema,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Fakta Baru Insiden Wediawu: Diserang Suporter Aremania, 31 Wisatawan Surabaya Justru Positif Narkoba
Pihak manajemen menekankan bahwa insiden di Pantai Wediawu harus disikapi dengan bijaksana dan tidak emosional. Arema FC berharap kasus ini dapat diselesaikan secara hukum dengan baik, sekaligus menjadi momentum untuk introspeksi bersama.
Penetapan keempat tersangka oleh Polres Malang terkait dugaan pengeroyokan dan perusakan mobil wisatawan menjadi perhatian serius bagi klub. Arema FC ingin memastikan bahwa proses hukum berjalan adil dan para tersangka mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara.
Komitmen Berbenah Bersama

Yusrinal menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh merusak citra Malang sebagai kota yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bersama-sama menjaga nama baik klub dan kota.
“Kita harus berbenah bersama dengan kepala dingin. Ini adalah ujian bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa Aremania adalah keluarga besar yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Langkah Arema FC ini mendapat perhatian luas dari publik, terutama terkait bagaimana sebuah klub sepak bola mengambil peran dalam memberikan perlindungan hukum kepada warganya yang berhadapan dengan proses hukum.
Ke depan, manajemen berharap tidak ada lagi insiden serupa yang dapat merusak harmoni dan citra positif Malang sebagai destinasi wisata yang ramah dan aman bagi siapa saja.







