Kebakaran TPA Supit Urang Mulai Terkendali, Puluhan Titik Api Masih Muncul di Sejumlah Zona

Zonamalang.com, MALANG – Kobaran api besar yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai menunjukkan tanda-tanda terkendali pada Kamis (22/10) pagi. Meski demikian, petugas gabungan masih harus berjibaku menangani puluhan titik api kecil yang tersebar di beberapa area agar kebakaran tidak kembali meluas.

Upaya pemadaman yang dilakukan tanpa henti sejak Rabu (21/10) siang berhasil menekan intensitas kebakaran secara signifikan. Saat ini, fokus utama petugas beralih pada proses pendinginan dan pembasahan untuk memadamkan bara api yang masih tersisa di bawah timbunan sampah.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, mengatakan kondisi di lapangan jauh lebih baik dibandingkan saat api pertama kali membesar. Kobaran yang sebelumnya terlihat di sejumlah bagian TPA kini telah berhasil dikendalikan.

“Untuk kondisi api pada malam hari sudah jauh berkurang dibandingkan saat sore kemarin. Saat ini masih terdapat sekitar 50 hingga 70 titik api kecil yang tersebar di sisi utara dan barat,” ujar Prayitno.

Menurutnya, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari satu hektare. Namun berkat langkah penyekatan dan pembasahan intensif yang dilakukan petugas, api berhasil diisolasi sehingga tidak menjalar ke zona penampungan sampah lainnya.

Prayitno menjelaskan sekitar 30 persen area yang sebelumnya terbakar kini telah memasuki tahap pendinginan. Di lokasi tersebut, api sudah padam dan hanya menyisakan kepulan asap dari material yang masih panas.

“Sekitar 30 persen area yang terbakar sudah dibasahi dan kini hanya mengeluarkan asap. Namun di beberapa titik utara dan barat masih ditemukan api-api kecil yang muncul secara sporadis,” katanya.

Meski kondisi mulai membaik, petugas belum dapat sepenuhnya bernapas lega. Ancaman munculnya kembali api dari bara yang tersembunyi di dalam tumpukan sampah masih menjadi perhatian utama. Fenomena yang dikenal sebagai deep fire itu sering terjadi pada kebakaran TPA karena panas dapat bertahan lama di lapisan bawah timbunan sampah.

Untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal, Pemerintah Kota Malang kembali mengerahkan personel tambahan. Sebanyak 30 petugas Damkar Kota Malang diterjunkan ke lokasi dengan dukungan tiga unit mobil pemadam dan 15 personel dari Damkar Kabupaten Malang.

Selain itu, bantuan armada pemadam juga datang dari berbagai pihak, termasuk Damkar Kota Batu, Pabrik Bentoel, serta Pabrik Grendel yang turut mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Arah angin yang bergerak ke wilayah timur dan utara menyebabkan api berpotensi merambat ke gunungan sampah lain di area tersebut.

“Kondisi terkini api masih tersebar di beberapa titik. Arah angin menuju timur-utara sehingga perambatan api dan asap bergerak ke zona timur dan utara TPA,” jelas Pandu.

Kepulan asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut juga dirasakan warga di sejumlah kawasan Kota Malang. Masyarakat yang tinggal di wilayah timur dan utara TPA dilaporkan turut terdampak oleh asap yang terbawa angin sejak kebakaran terjadi.

Guna mengantisipasi munculnya kembali titik api baru, petugas pemadam dan pengelola TPA tetap siaga selama 24 jam. Sepanjang Rabu malam hingga Kamis dini hari, sedikitnya 10 personel Pemadam Kebakaran Kota Malang bersama 30 petugas TPA melakukan pengawasan dan patroli di sekitar area terdampak.

Pemerintah Kota Malang berharap proses pendinginan dapat segera menuntaskan sisa-sisa kebakaran sehingga aktivitas pengelolaan sampah di TPA Supit Urang dapat kembali berjalan normal. Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan pembasahan dan pemantauan intensif untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Rekomendasi