SURABAYA, Zonamalang.com – Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 menyisakan cerita berbeda bagi keluarga dua sopir ekspedisi yang ikut dalam pelayaran dari Surabaya menuju Makassar. Deni Tristiawan berhasil kembali dan bertemu keluarganya dalam kondisi selamat, sedangkan Rismanto masih belum diketahui keberadaannya hingga Selasa (4/8/2026) pagi.
Sejak Minggu malam, keluarga penumpang berdatangan ke Posko Informasi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka menunggu setiap perkembangan mengenai proses evakuasi, identifikasi korban, dan pembaruan data penumpang.
Suasana haru terlihat setiap kali rombongan korban selamat tiba di pelabuhan. Sebagian keluarga langsung memeluk kerabatnya, sementara keluarga lainnya masih bertahan menunggu kepastian.
Bagi Devi, penantian tersebut berakhir dengan rasa lega. Suaminya, Deni Tristiawan, diketahui berada di atas kapal yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura.
Setelah mengetahui insiden tersebut, Devi berusaha mencari informasi melalui tempat kerja dan rekan-rekan suaminya. Keterbatasan informasi pada awal kejadian membuat keluarga sempat kesulitan memastikan kondisi Deni.
Kecemasan itu akhirnya mereda ketika Deni tiba di Surabaya pada Senin (3/8/2026). Pertemuan keduanya di pelabuhan berlangsung penuh haru setelah keluarga menunggu dalam ketidakpastian selama berjam-jam.
Sejumlah korban KMP Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi secara bertahap menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan dan verifikasi identitas di Gapura Surya Nusantara sebelum dipertemukan dengan keluarga.
Berdasarkan laporan hingga Senin pagi, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 234 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 229 orang ditemukan selamat dan lima orang meninggal dunia. Operasi pencarian masih dilakukan dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, kepolisian, KSOP, Pelindo, pemerintah daerah, dan sejumlah kapal di sekitar lokasi.
Di tengah kabar keselamatan Deni, keluarga Rismanto atau Rinto masih diliputi kecemasan. Sopir sekaligus pemilik truk ekspedisi itu belum ditemukan dan namanya disebut belum muncul dalam data manifes yang diterima pihak keluarga.
Fauzi, sepupu Rismanto, mengatakan keluarga telah berusaha menelusuri data dengan menunjukkan identitas pribadi dan nomor polisi truk yang dibawa. Namun, pencarian melalui data tersebut belum memberikan hasil.
Keluarga juga telah menyerahkan KTP, STNK, foto kendaraan, dan foto Rismanto kepada petugas posko. Dokumen itu diharapkan dapat membantu pencocokan data penumpang maupun kendaraan yang berada di dalam kapal.
Sebelum kapal bertolak, Rismanto diketahui sempat berkomunikasi dengan istrinya. Ia juga mengunggah status media sosial sekitar pukul 19.36 WIB yang memperlihatkan persiapannya untuk menempuh perjalanan menuju Makassar.
Komunikasi tersebut menjadi petunjuk terakhir yang dimiliki keluarga. Setelah kabar kebakaran kapal tersebar, telepon seluler Rismanto tidak lagi dapat digunakan untuk memastikan kondisinya.
Ketidakjelasan data manifes membuat proses pencarian informasi semakin berat bagi keluarga. Fauzi meminta operator kapal dan instansi terkait mempercepat pencocokan data penumpang, awak kapal, sopir, serta kendaraan yang diangkut.
Menurut keluarga, kejelasan data sangat diperlukan agar kerabat penumpang dapat mengetahui apakah orang yang mereka cari telah dievakuasi, masih berada dalam pencarian, atau menjalani perawatan di lokasi lain.
Fauzi menilai proses evakuasi sepenuhnya menjadi kewenangan tim SAR. Namun, keluarga berharap data penumpang dapat diperbarui secara cepat dan terbuka sehingga mereka tidak terus menunggu tanpa kepastian.
Persoalan data manifes juga menjadi perhatian dalam penanganan insiden tersebut. Pejabat SAR menyatakan jumlah orang yang berada di kapal diduga berbeda dari daftar awal. Kondisi itu membuat jumlah orang yang belum ditemukan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan manifes.
Petugas kemudian mengandalkan laporan keluarga serta keterangan korban selamat untuk memperbarui data. Perbedaan antara jumlah penumpang di lapangan dan manifes dinilai dapat menyulitkan proses pencarian serta identifikasi.
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar ketika berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026). Kapal tersebut juga mengangkut banyak kendaraan, sebagian besar berupa truk yang digunakan untuk distribusi barang antara Pulau Jawa dan Sulawesi.
Penyebab kebakaran belum dipastikan dan masih dalam penyelidikan. Sejumlah unsur laut tetap dikerahkan untuk menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian serta mencari penumpang yang dilaporkan belum ditemukan.
Hingga Selasa pagi, keluarga Rismanto masih berada di Posko Informasi Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka berharap proses pencarian dan pembaruan data segera menghasilkan kepastian mengenai keberadaan Rismanto.






