Apakah Structured Data Mempengaruhi Pada SERP Google?

Zona Malang – Halo, kali ini kita akan membahas apakah structured data mempengaruhi rangking di penelusuran Google?

Untuk diketahui, Structured data (SD)/Schema yang merupakan SERP appearance enhancements bisa jadi salah satu ikhtiarnya.

Bahasan tentang pengaruh structured data (SD)/Schema terhadap SEO adalah hal yang boleh dibilang sangat menarik. Google sendiri berulang kali menegaskan bahwa SD bukanlah salah satu dari rank factor SERP.

Namun begitu, harus dipahami bahwa “membaca SD” bagi bot/algoritmanya adalah salah satu cara Google untuk bisa menampilkan dengan baik konten dan konteks dari sebuah laman web di SERP.

Dengan kata lain, memang SD bukan rank faktor di SERP, tapi SD merupakan SERP appearance enhancements.

Misal ambil contoh SD/schema Article, NewsArticle, atau BlogPosting yang sering dipakai blogger.

Lewat Schema tersebut kita bisa menyuguhkan objects atau data2 penting dari sebuah laman artikel seperti siapa penulisnya, kapan di-publish/edit, ilustrasi gambar/foto, kategori artikel, dll. dengan rapi dan terstruktur.

Bot-nya Google memang sangat pintar, tapi belum terlalu pintar atau “auto mengerti” 100% tanpa kesalahan ketika membaca data2 seperti yang saya sebutkan tadi jika tidak terstruktur atau terstandarisasi.

Dengan adanya Schema, kita bisa memberikan kepastian pada Google bahwa apa yang mereka baca di laman web kita dan akan ditampilkan pada SERP adalah benar.

Misal, pada kasus artikel2 di blog saya, karena media image-nya tidak menggunakan “srcset (responsive)”, melainkan “single size” medium, real/original size dan URL media image untuk postingan tersebut tetap tersampaikan dengan baik melalui object image di SD-nya. Sehingga pada images SERP user (peng-Gogling) preference “Size-Large” tetap muncul.

Contoh lain, misal pada schema Breadcrumb. Ketika kita menggunakan Schema Breadcrumb berdampingan dengan misal Article, maka tampilan laman web kita di SERP akan lebih “optimized” karena memanfaatkan penuh fitur/kolom URL-nya.

Kolom URL di SERP bisa dimanfaatkan sebagai “branding” kategori dari artikel tersebut, ketimbang terabaikan begitu saja untuk plain URL/path.

Dari perspektif user/peng-Googling, saya lebih senang mengklik URL di SERP yang ada breadcrumb-nya ketimbang tidak.

Bisa disimpulkan, site appearance yang baik/valid di SERP bisa menaikan CTR. Kalau begitu, jadinya rank factor dong, kan CTR di SERP itu rank factor? Hmm, itu bisa jadi diskusi panjang lain.

CTR sebagai rank factor sampai saat ini masih misteri, saya sendiri termasuk yang meyakini CTR memiliki indirect factor ke SEO.

Jangan tanya landasan argumennya ya, namanya juga keyakinan, boleh percaya, pun boleh tidak.

Maka itu saya selalu mengoptimalkan segala peluang SERP appearance enhancements untuk konten2 saya.