Jakarta, Zona Malang – Pemerintah Indonesia menyambut hangat rencana investasi yang akan dilakukan oleh Yandex, raksasa mesin pencari asal Rusia yang menjadi pesaing Google. Hal ini terungkap setelah pertemuan antara CEO Yandex, Alexander Popovskiy, dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomdigi), Meutya Hafid, pada Kamis (7/11/2024).
Wakil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan menjadi daya tarik bagi Yandex untuk mengembangkan bisnisnya di tanah air. “Keinginan mereka melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut mereka cukup menjanjikan ke depan,” ujar Nezar.
Selain itu, Yandex juga tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur digital, seperti data center, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI). Bahkan, perusahaan ini juga berencana untuk melakukan kolaborasi dalam membina talenta digital di Indonesia.
Patuh terhadap Peraturan Pemerintah Meskipun Yandex dikenal sering menghadirkan konten negatif yang berbenturan dengan peraturan pemerintah, Nezar menegaskan bahwa setiap pihak yang ingin berinvestasi di Indonesia harus patuh terhadap aturan yang berlaku.
“Kita sudah sampaikan bahwa siapa pun yang mau berinvestasi di Indonesia harus comply dengan peraturan yang ada di sini,” tegas Nezar.
Respons Positif dari Pemerintah Usai pertemuan dengan pihak Yandex, Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan respons positif terhadap rencana investasi tersebut. Menurutnya, pengembangan teknologi AI memiliki potensi besar dan strategis untuk mendukung kemajuan digital di Indonesia.
“Potensi ekonomi kecerdasan buatan di Indonesia di tahun 2030 sangat signifikan,” kata Meutya. Bahkan, ia memprediksi bahwa PDB Indonesia dapat meningkat 12% atau mencapai USD366 Miliar melalui potensi ekonomi AI.
Oleh karena itu, pemerintah mendukung sepenuhnya rencana investasi Yandex demi kemajuan digital Indonesia di masa depan.







