Honor Inovasi Canggih: Smartphone dengan Penangkal Penipuan Wajah Palsu AI

**Honor Siap Luncurkan Teknologi Pendeteksi Wajah Deepfake**

Jakarta – Honor berencana merilis teknologi pendeteksi wajah deepfake berbasis AI pada April 2025. Teknologi ini akan meningkatkan keamanan pengguna smartphone Honor dari penipuan berbasis wajah buatan, baik dalam format gambar maupun video real-time saat melakukan panggilan video.

Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada ajang IFA 2024. Kehadiran deepfake yang mengkhawatirkan mendorong Honor untuk mengembangkan teknologi penangkalnya.

Analisis yang dilakukan teknologi ini mampu mendeteksi inkonsistensi format, seperti tingkat piksel yang tidak sempurna, batas komposisi yang bermasalah, isu pada inter-frame, dan anomali ukuran pada wajah yang diubah menggunakan AI. Misalnya, proporsi wajah dan telinga yang tidak seimbang.

Honor memanfaatkan teknologi keamanan biometrik pada smartphone, yaitu pengenalan wajah, untuk menjalankan teknologi pendeteksi ini. Smartphone seri Magic 4 yang memiliki fitur tersebut berpotensi mendapatkan pembaruan teknologi pendeteksi wajah AI.

**Alat Pendeteksi Honor untuk Tekan Kejahatan Siber**

Deepfake berpotensi disalahgunakan oleh pihak jahat, seperti yang terjadi di Prancis ketika seseorang mengaku sebagai Brad Pitt menggunakan wajah palsu yang dibuat dengan AI dan berhasil menipu seorang penggemar.

Menurut data dari Entrust Cybersecurity Institute, serangan siber berbasis deepfake terjadi setiap lima menit pada tahun 2024. Studi Pelanggan Deloitte tahun 2024 juga mencatat bahwa 59% pengguna kesulitan membedakan konten video asli dan berbasis AI.

Selain Honor, perusahaan lain juga mengembangkan teknologi penangkal deepfake, seperti C2PA (organisasi yang didirikan Adobe, Microsoft, dan Intel) yang mengembangkan standarisasi autentifikasi konten.

Snapdragon X Elite dari Qualcomm juga mengembangkan pendeteksi teknologi AI real-time untuk perangkat seluler, yang akan menjadi terobosan pada perangkat berbasis Snapdragon. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna saat berinteraksi di ranah digital.


Sumber: Gizmologi.id