Sebagai langkah antisipatif, Kemkomdigi akan mengoptimalkan pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mempercepat deteksi konten negatif. Selain itu, koordinasi dengan platform digital global juga akan diperkuat agar proses pemblokiran dan penindakan dapat berjalan lebih efisien.
“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan digital, untuk memastikan bahwa setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” tegas Alexander.
Kemkomdigi mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan konten berbahaya melalui kanal resmi aduankonten.id. Dengan sistem yang semakin canggih dan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ekosistem digital yang lebih sehat dan aman dapat terwujud.
“Setiap laporan yang dikirimkan memiliki dampak besar dalam menciptakan internet yang lebih bersih. Mari bersama-sama kita jaga ruang digital agar tetap positif dan produktif bagi semua,” pungkasnya.
Sebagai informasi, aduankonten.id merupakan layanan pengaduan resmi yang memungkinkan masyarakat melaporkan berbagai jenis konten negatif di internet, seperti hoaks, ujaran kebencian, pornografi, hingga perjudian. Masyarakat dapat mengajukan laporan dengan menyertakan tautan atau bukti tangkapan layar untuk kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim Kemkomdigi.







