Razr Lipat Motorola Akan Dijual di Indonesia? Ini Kata Bos Motorola

MALANG, Zona Malang – Motorola, brand smartphone yang kembali hadir di tanah air, telah menghadirkan dua smartphone terbaru dari seri global, yaitu Edge 60 Fusion dan moto G45 5G. Kehadiran dua perangkat ini membuat banyak orang penasaran, apakah Motorola juga akan memboyong smartphone lipat Razr ke Indonesia.

Mahesh Alanthat, Regional Director GTAP, Motorola Asia Pacific, mengungkapkan bahwa Motorola sangat membuka kemungkinan untuk meluncurkan smartphone lipat Razr di Indonesia. Hal ini didasari oleh pandangan Motorola yang menganggap Indonesia sebagai pasar yang menarik dan ingin meluncurkan semua produk yang telah diluncurkan secara global.

“Kita menganggap Indonesia sebagai sebuah pasar yang di mana kita ingin meluncurkan semua produk yang telah diluncurkan secara global,” jelas Mahesh pada sesi Exclusive Media Interview di Wisma 46, Jakarta Pusat, Rabu (14/5).

Motorola melihat smartphone lipat Razr memiliki daya tarik tersendiri, terutama karena telah mengalami penurunan harga. Di pasar Taiwan, Motorola Razr telah berhasil mencapai penjualan 60% sampai 70% dibanding pasar lainnya. Sedangkan di Amerika Serikat, smartphone lipat Razr mencapai hampir 80% penjualan, menunjukkan keberhasilan Motorola dalam melewati kompetisi pasar smartphone lipat.

“Kami sedang mencoba untuk mencapai produk terbaru yang telah diluncurkan di Indonesia. Karena kami percaya bahwa Indonesia merupakan pasar besar,” ungkap Mahesh.

Motorola juga menganggap bahwa konsumen mereka sangat menyukai teknologi baru, desain, dan sebagainya. Oleh karena kejayaan perusahaan di pasar lain seperti AS, Motorola percaya dari memberikan inovasi terbarunya ke Indonesia.

Melansir Gizchina, Motorola di global belum lama ini meluncurkan Razr 60 Series yang terdiri dari Motorola Razr 60 Ultra dan Razr 60. Varian ultra mendapat sorotan sebagai unggulan sejati tahun 2025 karena ditenagai dengan Snapdragon 8 Elite.

Motorola Razr 60 Series hadir dengan peningkatan yang paling menarik dibanding smartphone lipat Razr lainnya. Razr 60 hadir dengan harga yang lebih terjangkau, sementara Razr 60 Ultra menampilkan tampilan baru dengan peningkatan, baterai yang lebih besar, peningkatan kamera, dan kinerja unggulan. Ultra juga hadir dengan sertifikasi IP48, angka 4 merupakan singkatan dari perlindungan masuk dari partikel yang lebih besar.

Bodi perangkat ini sedikit lebih tebal dari pendahulunya, dengan 7,2 mm terbuka dan 15,7 mm, naik dari 7,1 mm/15,3 mm. Ini juga sedikit lebih berat, dengan 199 gram naik dari 189g.

Sedangkan untuk Razr 60 hadir dengan layar yang lebih kecil berukuran 3,6 inci. Meski begitu, layar tersebut masih besar dari pesaingnya yaitu Z Flip6. Layar utamanya adalah panel P-OLED 6,9 inci dengan kecepatan refresh 120Hz dan resolusi Full HD+. Lalu untuk Razr 60 mendukung Dimensity 7400X, yang merupakan peningkatan ringan dari 7300X di dalam model tahun lalu.

Harga untuk Motorola Razr 60 Ultra atau Razr Ultra mulai dari $1.300 atau sekitar Rp21,3 juta. Sedangkan Razr 60 dihargai $700 atau Rp11,5 juta. Dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, serta kemungkinan kehadiran di Indonesia, Motorola Razr 60 Series diharapkan dapat menarik minat konsumen di tanah air.