BAKTI Hadirkan Internet Satelit di Marimabati, Solusi Akses Digital untuk Warga Terpencil

MALANG – Kehadiran internet bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar di era digital ini. Di pelosok Maluku Utara, tepatnya di desa Marimabati, Halmahera Barat, hadirnya layanan internet via satelit dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo telah membawa angin segar bagi warga, khususnya di lingkungan pendidikan. SD Inpres 9 Halmahera Barat menjadi salah satu saksi bisu betapa besar dampak positif dari akses internet ini.

Kepala Sekolah SD Inpres 9 Halmahera Barat, Nurul A. Umasangaji, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran internet dari BAKTI. Menurutnya, layanan ini sangat membantu dalam urusan administrasi sekolah yang kini serba online. Ia menuturkan, sebelumnya para guru harus mengerjakan tugas-tugas administrasi di rumah masing-masing karena keterbatasan akses internet di sekolah.

Kini, dengan adanya internet dari BAKTI, semua pekerjaan administrasi dapat diselesaikan di sekolah. “Manfaat internet dari BAKTI ini, kami dari pihak sekolah bisa mengerjakan administrasi yang terkait dengan hubungannya internetnya,” ujar Nurul saat ditemui usai kunjungan pihak Kominfo, BAKTI, dan Telkomsat ke sekolahnya pada Rabu (11/6).

Nurul menjelaskan bahwa salah satu contoh pemanfaatan internet adalah dalam pengisian Platform Merdeka Mengajar (PMM). PMM merupakan platform penting bagi kepala sekolah untuk mengelola kinerja guru dalam rangka kenaikan pangkat. Sementara itu, guru juga memanfaatkan platform ini untuk mengunggah administrasi terkait Orientasi Pasca Penugasan (OPP).

Kecepatan internet yang disediakan BAKTI pun dinilai cukup memadai untuk keperluan administrasi sekolah. Tercatat, kecepatan unduh mencapai 2,8 Mbps dan unggah 2,07 Mbps. Selain untuk PMM, para guru dan kepala sekolah juga memanfaatkan internet untuk mengikuti workshop dan webinar, sehingga dapat terus meningkatkan kompetensi mereka.

Ruslan Habsy, seorang tokoh masyarakat setempat sekaligus komite sekolah SD Inpres 9 Halmahera Barat, tak ketinggalan menyampaikan apresiasinya kepada BAKTI. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran internet sangat membantu masyarakat Marimabati dan Halmahera Barat pada umumnya. Dulu, akses internet sangat sulit di wilayah ini, namun kini berkat BAKTI, semuanya menjadi lebih mudah.

“Perlu kami sampaikan bahwa di desa Marimabati lebih khususnya dan Kabupaten pada umumnya, sangat merasa terbantu dengan hadirnya bakti internet. Jadi karena dulu-dulu di sini internet ini sangat susah, tapi dengan kehadiran bakti di sini, Alhamdulillah dipermudah,” tutur Ruslan dengan nada syukur.

Ruslan menambahkan, internet via satelit ini juga membuka peluang bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih mudah, misalnya melalui aplikasi WhatsApp. Meski demikian, ia berharap agar kecepatan internet dapat ditingkatkan lagi di masa mendatang. “Kalau harapan saya sih, kalau boleh internet ini tetap digunakan atau dilaksanakan, dan kalau boleh kapasitasnya itu agak lebih besar lagi ya,” pintanya.

Saat ini, sudah ada 84 titik akses internet BAKTI yang terpasang di Halmahera Barat. Pada tahun 2024 terdapat 24 titik, dan pada tahun 2025 ditambah lagi sebanyak 58 titik. Bagi wilayah yang belum terjangkau, masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui aplikasi PASTI milik BAKTI. Permohonan tersebut akan diterima langsung oleh Dinas Kominfo setempat untuk diproses lebih lanjut. SD Inpres 9 Halmahera Barat sendiri telah mengajukan permohonan sejak Juli 2024 dan baru terealisasi pada Januari 2025.