MALANG – Kabar gembira datang dari Maluku Utara, khususnya Kabupaten Halmahera Barat! Program “Halmahera Barat Berdering” yang bertujuan mempercepat penyebaran internet di wilayah tersebut semakin menemukan titik terang. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Julius Marau mengungkapkan hal ini saat memantau konektivitas digital di Desa Idamdehe, Kamis (12/6). Program ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat Halmahera Barat.
Julius Marau menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atas program yang dinilai sangat luar biasa ini. Ia menekankan bahwa program “Halmahera Barat Berdering” akan terwujud jika akses internet sudah merata di seluruh wilayah kabupaten. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari konektivitas digital.
Pemerintah daerah Halmahera Barat melihat internet sebagai kunci untuk mengimplementasikan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Pembangunan infrastruktur telekomunikasi diharapkan dapat menjangkau hingga pelosok-pelosok desa, mempermudah komunikasi dan akses informasi bagi seluruh warga. Hal ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.
Lebih lanjut, Sekkab Julius Marau menyoroti potensi besar internet dalam meningkatkan perekonomian daerah, terutama di sektor pariwisata. Ia meyakini bahwa promosi pariwisata membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang memadai. Selain itu, internet juga dapat membantu petani dan nelayan memasarkan hasil pertanian dan perikanan mereka secara online, memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan.
“Ini seiring dengan keinginan pemerintah pusat untuk mengimplementasikan sistem pemerintahan berbasis elektronik, atau yang dikenal dengan SPI. Dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini, yang kita harapkan pertama, akses komunikasi itu bisa dijangkau sampai ke pelosok-pelosok,” ujar Julius Marau.
Namun, Julius juga menyampaikan bahwa masih ada wilayah di Halmahera Barat yang belum terjangkau akses internet, khususnya di Kecamatan Loda Tengah. Padahal, wilayah tersebut memiliki potensi pertanian dan perikanan yang sangat besar. Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan akses internet di wilayah tersebut agar masyarakat dapat mempromosikan produk-produk unggulan mereka.
“Khusus di kecamatan Loda Tengah itu belum ada sama sekali. Padahal di situ potensi perkanian, perikanan sangat baik sekali, yang memang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mempromosikan tentu produk-produk,” jelas Julius Marau.
Pemerintah daerah Halmahera Barat siap mendukung upaya perluasan akses internet dengan memfasilitasi aspek legalitas dan lokasi pembangunan infrastruktur. Julius Marau juga menginformasikan bahwa pemerintah daerah dapat mengajukan permohonan akses internet melalui aplikasi PASTI milik Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses penyediaan akses internet di wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Saat ini, terdapat 20 Base Transceiver Station (BTS) Universal Service Obligation (USO) BAKTI yang beroperasi di Halmahera Barat dan dapat digunakan oleh enam kecamatan. BAKTI Kominfo memastikan bahwa kapasitas yang diberikan sudah memadai (high capacity). Sebagai contoh, BTS USO di Desa Idamdehe, Kecamatan Jailolo, hadir dengan kecepatan 8 Mbps melalui kerjasama dengan Telkomsat menggunakan satelit Merah Putih dan sudah berjaringan 4G.
Secara keseluruhan, BAKTI Kominfo telah menggelar 584 titik BTS 4G dan USO serta 2.691 titik layanan akses internet gratis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, di Provinsi Maluku Utara, telah dibangun 497 titik BTS 4G dan USO serta 687 titik layanan akses internet gratis. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia.







