MALANG – Kabar gembira bagi para pengguna internet di Indonesia! Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, berambisi mewujudkan harga internet rumahan yang lebih terjangkau, yakni sekitar Rp100 ribu per bulan. Hal ini diungkapkan saat penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) dengan Media Massa Federasi Rusia. Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, pada Jumat (20/6) lalu.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomasi digital Indonesia untuk memperkuat posisinya di kancah global. Kerja sama dengan Rusia diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses internet di seluruh pelosok negeri. Apalagi, Rusia dinilai berhasil menyediakan layanan internet cepat dan terjangkau bagi sebagian besar penduduknya.
Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus. Sub-Komite ini akan menjadi motor penggerak program digital bersama, termasuk pelatihan SDM, pertukaran teknologi, dan inisiatif konten media kolaboratif. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi radio, penguatan keamanan siber, serta penyusunan kebijakan internet yang inklusif.
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga mencakup pengembangan konten digital. Program kerja sama akan meliputi produksi konten digital, seminar bilateral, dan pertukaran riset antar-lembaga. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konten lokal dan memperkaya wawasan masyarakat Indonesia tentang perkembangan teknologi dan informasi global.
“Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata,” tegas Meutya Hafid. “Kami ingin hasil konkret yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam lanskap digital dunia.”
Dokumen kerja sama ini merupakan bagian dari empat nota penting yang dipertukarkan di hadapan kedua kepala negara. Nota lainnya mencakup kerja sama pendidikan tinggi RI – Rusia, kerja sama transportasi lintas negara, dan nota kesepahaman investasi antara Badan Pengelola Investasi DANANTARA dan mitra Rusia. Seluruh pertukaran ini diperkuat oleh penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam arah baru hubungan bilateral kedua negara. Tujuannya adalah menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi digital global. Nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis.
Saat ini, harga internet rumahan di Indonesia masih di atas Rp100 ribu per bulan. Provider seperti Smartfren menawarkan router CAT6 dengan kuota mulai dari 100 GB hingga 1 TB, namun harga routernya mencapai Rp1,2 juta. Sementara itu, Biznet menawarkan paket 65 Mbps seharga Rp250 ribu per bulan, dan CBN Fiber menawarkan paket Fiber 50 dengan kecepatan 50 Mbps seharga Rp229 ribu per bulan.
Masyarakat Indonesia tentu menyambut baik upaya pemerintah untuk menurunkan harga internet rumahan. Diharapkan, dengan adanya kerja sama ini, akses internet yang terjangkau dapat segera dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, Gizmo friends!







