Indibiz Dukung Digitalisasi Sekolah Vokasi Jakarta Selatan, Siapkan SDM Unggul!

MALANG – SMK Bakti Idhata di Jakarta Selatan terus berbenah diri di era digital. Sekolah vokasi berbasis teknologi ini menggandeng Telkom Indonesia untuk memperkuat transformasi digitalnya. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan siswa akses ke sumber belajar inovatif melalui layanan internet cepat Indibiz Sekolah. Dengan demikian, diharapkan lulusan SMK Bakti Idhata siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan berbagai solusi digital Indibiz. Mulai dari platform edukasi digital Pijar, jaringan konektivitas tinggi, hingga infrastruktur kelas berbasis jaringan yang canggih. Langkah ini menunjukkan komitmen SMK Bakti Idhata untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Sehingga mereka dapat berkontribusi aktif dalam dunia kerja yang terus berkembang.

Kepala SMK Bakti Idhata, Nurman, M.Pd, menekankan pentingnya kerjasama ini. “Sebagai sekolah swasta berbasis IT, kami dituntut untuk selalu relevan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa internet cepat, laboratorium yang terus diperbarui, dan pelatihan digital dari Telkom adalah fondasi penting. Tujuannya adalah mendidik siswa agar siap bersaing di era digital ini.

SMK Bakti Idhata memiliki tiga jurusan unggulan yang menjadi pionir di bidang IT. Jurusan tersebut adalah Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Berbagai prestasi telah diraih, termasuk juara 2 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jakarta Selatan. Sekolah ini juga meraih penghargaan di bidang olahraga dan desain grafis.

Nurman menilai kemitraan dengan Indibiz adalah contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri. “Sinergi ini dapat mempercepat lahirnya generasi digital yang siap kerja dan siap berkarya,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam mengimbangi kurikulum yang dinamis dan teknologi yang cepat berubah.

“Di bawah Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk terus belajar,” jelas Nurman. “Maka pelatihan dan pendampingan seperti yang Telkom lakukan di program IoT dan platform Pijar sangat kami butuhkan.” Hal ini penting agar guru dapat memberikan pendidikan yang relevan dan up-to-date kepada siswa.

Transformasi digital di SMK Bakti Idhata bukan hanya sekadar wacana. Absensi sudah dilakukan secara digital, guru dibekali laptop, dan seluruh ruang kelas serta lorong memiliki akses WiFi. Bahkan, sekolah ini pernah menyelenggarakan kompetisi Mobile Legends sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.

Indibiz tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan, tetapi juga mitra strategis. Kemitraan ini bertujuan untuk membentuk kultur pembelajaran digital yang adaptif. Nurman berharap kerjasama ini berlanjut dalam bentuk mentoring berkelanjutan, termasuk pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa dalam bidang IoT, cloud, maupun pengembangan portofolio digital.

“SMK memang sering dianggap kelas dua dibanding SMA, tapi kami melihatnya berbeda,” kata Nurman. “Justru banyak dari siswa kami yang punya semangat besar, dan mampu kuliah sambil kerja.” Ia menambahkan bahwa lebih dari 60% lulusan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sambil tetap bekerja.

“Artinya, mereka mampu mandiri sejak dini,” tegas Nurman. “Dan semua itu semakin terakselerasi atas dukungan dari Industri, termasuk dari Indibiz.” Dengan dukungan ini, SMK Bakti Idhata optimis dapat mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.