Huawei Mate X6 Rilis! Spek Gahar Kamera Bikin Ngiler, Tapi Tanpa Google, Siap Gebrak Pasar Indonesia?

MALANG – Huawei kembali menggebrak pasar smartphone lipat dengan meluncurkan Huawei Mate X6. Ponsel lipat premium ini hadir dengan desain mewah dan mengunggulkan kualitas kamera yang mumpuni. Meskipun harus berjuang tanpa layanan Google, Huawei tetap menunjukkan komitmennya untuk berinovasi dan menghadirkan produk-produk andalan. Lantas, apa saja yang ditawarkan oleh Huawei Mate X6 ini? Mari kita ulas lebih dalam!

Huawei Mate X6 hadir sebagai perangkat yang solid dengan material premium, namun memiliki beberapa keterbatasan. Selain absennya layanan Google yang menjadi ciri khas produk Huawei, ponsel ini juga belum mendukung jaringan 5G. Fitur AI yang minim juga menjadi catatan tersendiri, mengingat kompetitor lain berlomba-lomba menghadirkan fitur AI untuk meningkatkan produktivitas pengguna. Apakah keterbatasan ini menjadi penghalang bagi Huawei Mate X6 untuk bersaing?

Terlepas dari sejumlah batasan tersebut, Huawei Mate X6 tetap menawarkan keunggulan di sektor lain, terutama pada kualitas kamera yang diklaim paling versatile di kelas foldable. Kombinasi empat sensor kamera belakang yang diperkuat algoritma XMAGE menjadi daya tarik utama. Desain yang kokoh dan tahan lama juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan perangkat yang dapat diandalkan dalam berbagai kondisi.

Ketika pertama kali menggenggam Huawei Mate X6, kesan solid dan kokoh langsung terasa. Bobotnya yang mencapai 239 gram sebanding dengan Galaxy Z Fold6, namun terasa lebih mantap di tangan. Profilnya juga lebih tipis dibandingkan penawaran Samsung, dengan ketebalan 4,6mm saat terbuka dan 9,9mm saat terlipat. Bingkai aluminium yang kokoh dan sertifikasi IPX8 menambah rasa nyaman saat menggunakan ponsel ini sehari-hari.

Material kulit vegan pada bodi belakang memberikan kesan mewah dan nyaman digenggam, serta tidak meninggalkan bekas sidik jari. Namun, modul kamera belakang yang menonjol cukup besar menjadi perhatian tersendiri. Uji coba ketahanan layar Kunlun Glass generasi kedua menunjukkan hasil yang impresif, dengan hanya goresan tipis setelah jatuh dari meja ke permukaan aspal kasar. Hal ini membuktikan bahwa layar Huawei Mate X6 cukup tahan terhadap goresan dalam penggunaan sehari-hari.

Kedua layar Huawei Mate X6 menggunakan panel LTPO OLED dengan refresh rate adaptif 1-120Hz. Layar luar berukuran 6,45 inci dengan kecerahan maksimum 2500 nits, sangat nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung. Sementara layar lipat berukuran 7,93 inci menawarkan saturasi warna yang pas, kontras tinggi, dan kecerahan hingga 1800 nits. Ukuran layar yang besar membuat aktivitas multitasking, bermain game, dan menonton video menjadi lebih menyenangkan.

Teknologi PWM 1440Hz pada kedua layar memastikan mata tetap nyaman meskipun menggunakan smartphone dalam tingkat kecerahan rendah. Lipatan pada layar bagian dalam juga tergolong minim dan tidak mengganggu pengalaman penggunaan. Namun, lapisan oleophobic pada layar dalam terasa kurang, sehingga mudah meninggalkan bekas sidik jari dan sedikit sulit dibersihkan. Kedua layar memiliki ukuran yang pas untuk berbagai aktivitas, mulai dari akses aplikasi harian hingga multitasking.

Huawei Mate X6 hadir dengan empat sensor kamera belakang yang diperkuat algoritma XMAGE. Sensor utama 50MP dilengkapi OIS dan diafragma yang dapat berubah otomatis atau manual (f/1.4 hingga f/4). Sensor ultra-wide 40MP mendukung PDAF, dan telefoto 48MP OIS menawarkan 4x optical zoom serta berfungsi sebagai sensor telemacro. Lingkaran keempat merupakan spectral sensor khusus untuk meningkatkan akurasi warna pada hasil foto.

Tampilan antarmuka kamera Huawei Mate X6 mirip dengan Honor Magic V3, namun sedikit lebih kaku dan minim fitur. Beberapa fitur yang отсутствует, seperti opsi mirroring viewfinder ke layar luar, opsi ambil foto dengan gestur tangan, dan kemampuan memindahkan viewfinder ke setengah porsi layar saat terbuka 90 derajat. Hasil foto dari kamera Huawei Mate X6 tergolong eye-pleasing, dengan detail yang melimpah, warna yang pas, dan noise minim.

Kemampuan olah foto setelah pengambilan gambar juga menjadi catatan tersendiri. Fitur object eraser memiliki tingkat akurasi yang masih rendah, dan tidak ada opsi untuk meningkatkan ketajaman gambar menggunakan AI. Meskipun demikian, hasil foto dari kamera smartphone ini tetap memuaskan. Ketiga sensor kamera utama Huawei Mate X6 mampu merekam video hingga resolusi 4K 60fps dengan stabilisasi aktif.

Huawei Mate X6 menjalankan sistem operasi EMUI 15 yang berbasis inti Android 12. Jumlah aplikasi yang tersedia di AppGallery semakin banyak, termasuk aplikasi Google yang dapat diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga. Proses setup Huawei Mate X6 membutuhkan waktu ekstra, terutama saat memasang aplikasi/layanan Google. Pengguna yang bergantung pada layanan Google mungkin akan mengalami sedikit kesulitan saat migrasi data.

Ketersediaan dan kompatibilitas AI juga menjadi kekurangan pada Huawei Mate X6. Ponsel ini tidak memiliki fitur pendukung berbasis AI untuk produktivitas, seperti merangkum dokumen atau transkrip rekaman suara. Aplikasi seperti Google Gemini atau ChatGPT juga tidak kompatibel, meskipun pengguna dapat mengakses versi web melalui browser. Keterbatasan ini cukup disayangkan, mengingat harga flagship yang seharusnya menawarkan fitur komplit.

Huawei Mate X6 ditenagai oleh chipset Kirin 9020 octa-core 7nm yang merupakan pengembangan dari seri 9010. Skor Antutu tidak begitu besar, namun performa tetap flagship-grade dalam penggunaan sehari-hari. Lag atau stutter jarang ditemukan, namun beberapa game dengan visual kompleks mungkin tidak dapat dijalankan dengan opsi grafis tertinggi. Suhu perangkat tetap terjaga dan tidak terasa terlalu panas.

Baterai Huawei Mate X6 berkapasitas 5110 mAh dan sudah cukup untuk penggunaan seharian penuh. Proses pengisian daya sangat cepat dengan charger 66W yang disertakan dalam paket penjualan. Baterai dapat terisi lebih dari 50% dalam waktu 15 menit dan mencapai penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Opsi wireless charging juga tersedia dengan kecepatan maksimum 50W.

Bagi pengguna yang mengutamakan fitur AI, Huawei Mate X6 mungkin bukan pilihan yang tepat. Namun, bagi mereka yang lebih mengedepankan kualitas kamera, desain premium, dan daya tahan, Huawei Mate X6 dapat menjadi pilihan yang menarik. Layanan Google yang absen dapat diatasi dengan alternatif aplikasi yang semakin mudah ditemukan.

“Saya pribadi lebih mengutamakan fitur AI untuk mendukung aktivitas sehari-hari, jadi Huawei Mate X6 bukan pilihan utama saya. Namun, kualitas kamera dan desainnya memang sangat menggoda,” ujar seorang pengamat teknologi.