Berangkat dari keprihatinan atas maraknya kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), lima mahasiswa Teknik Informatika Universitas Brawijaya (UB) menciptakan “Kulkita”. Ini adalah sebuah platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu manajemen bahan makanan di dapur-dapur umum agar tetap higienis, segar, dan aman.
Inovasi yang lahir dari keresahan ini berhasil membawa tim Kulkita meraih posisi Top 3 Grand Finalist dalam ajang bergengsi National Hackathon 2025 dan bahkan menarik perhatian staf Wakil Presiden RI yang berjanji akan menindaklanjuti ide tersebut.
Platform Kulkita bekerja dengan memanfaatkan AI dari Azure Microsoft untuk memecahkan masalah utama di dapur MBG: mengelola stok bahan segar dalam jumlah besar. “Kita memanfaatkan AI untuk memprediksi sisa life span bahan atau buah, yaitu berapa hari lagi sebelum membusuk,” papar Fatoni Murfid Syaafii, salah satu anggota tim.
Berdasarkan prediksi tersebut, sistem akan secara otomatis memprioritaskan bahan yang harus digunakan lebih dulu. Platform ini juga dilengkapi fitur monitoring real-time dengan indikator warna (hijau-kuning-merah) untuk menandai tingkat kesegaran bahan, serta mengirimkan notifikasi dini saat ada bahan yang mendekati masa busuk agar dapat segera diolah.
Sebelum menembus panggung nasional, tim yang terdiri dari Richard, Jason, Kadek, Fatoni, dan Rafly ini terlebih dahulu meraih Juara 1 dalam Hackathon ElevAIte Indonesia Hub UB pada Juni lalu. Keberhasilan mereka berlanjut di tingkat nasional, di mana ide Kulkita berhasil menjadi salah satu dari tiga ide sosial terbaik berbasis AI.
Kini, tim Kulkita berharap inovasi mereka dapat segera diimplementasikan secara nyata. “Harapannya, Kulkita bisa segera diterapkan sehingga permasalahan di dapur MBG dapat teratasi. Dengan begitu, risiko keracunan bisa diminimalisir dan food waste akibat makanan terbuang dapat ditekan,” ungkap Fatoni.
Inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa UB ini menjadi sebuah hal penting yang menunjukkan bagaimana dunia akademik dapat memberikan solusi konkret atas permasalahan nasional. Bagi Anda sebagai masyarakat, lahirnya inovasi seperti Kulkita memberikan harapan bahwa program krusial seperti Makan Bergizi Gratis dapat terus diperbaiki dan diawasi. Ini adalah bukti bahwa generasi muda yang peka terhadap isu sosial mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dampak positif yang nyata, memastikan tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak bangsa dapat tercapai dengan aman.







