TikTok Mulai Ditinggalkan! Pengguna Banyak Beralih ke UpScrolled Buatan Keturunan Palestina Ini!

UpScrolled adalah aplikasi media sosial baru yang melonjak popularitasnya setelah pengambilalihan TikTok. Diluncurkan Juni/Juli 2025 oleh Issam Hijazi (pengembang Palestina-Yordania-Australia, mantan karyawan Oracle dan IBM),…

Zona Malang – Baru-baru ini, banyak pengguna TikTok di AS melaporkan masalah serius: video tentang ICE (Immigration and Customs Enforcement) sulit diunggah atau tidak muncul, kata “Epstein” tidak bisa dikirim di DM, serta konten kritis terhadap pemerintah atau Trump terasa dibatasi.

Beberapa selebriti seperti komedian Megan Stalter (yang menyerukan “Abolish ICE” setelah insiden penembakan perawat Alex Pretti di Minneapolis pada 25 Januari 2026), streamer Hasan Piker, dan musisi Finneas mengklaim konten mereka disensor di TikTok, sementara berjalan lancar di Instagram. Stalter bahkan menghapus akun TikTok-nya dan mendorong orang lain untuk ikut “delete TikTok”.

Ini memicu rumor sensor politik, terutama setelah pengambilalihan kepemilikan TikTok AS pada 23 Januari 2026.

Latar Belakang Pengambilalihan TikTok AS

Dukuti dari TikTok USDS Joint Venture LLC resmi dibentuk pada 22-23 Januari 2026, sesuai Executive Order Presiden Trump (September 2025) dan undang-undang divestasi 2024. Tujuannya menghindari larangan total di AS karena kekhawatiran keamanan nasional terkait kepemilikan ByteDance (China).

Struktur kepemilikan baru:

  • 80,1% dimiliki investor mayoritas Amerika: Oracle (15%), Silver Lake (15%), MGX (Abu Dhabi, 15%), plus investor lain seperti keluarga Dell.
  • ByteDance hanya mempertahankan 19,9%.
  • Oracle (dipimpin Larry Ellison, sekutu Trump dan dikenal pro-Israel) mengawasi data pengguna AS dan aspek keamanan (melanjutkan “Project Texas”).
  • CEO baru untuk operasi AS: Adam Presser.

Trump memuji kesepakatan ini sebagai “saving TikTok” oleh “Great American Patriots”. Namun, kritikus (termasuk beberapa Demokrat dan aktivis) khawatir kepemilikan ini memungkinkan sensor konten pro-Palestina, anti-ICE, atau anti-Trump, mengingat dukungan Ellison terhadap Israel dan hubungannya dengan Trump.

Tanggapan Resmi TikTok dan Penjelasan Masalah Teknis

TikTok USDS Joint Venture membantah tuduhan sensor:

  • Tidak ada perubahan aturan moderasi konten.
  • Masalah seperti video 0 views, lambat loading, gagal upload, atau engagement rendah disebabkan pemadaman listrik (power outage) di salah satu pusat data mitra AS (terkait Oracle), dipicu cuaca buruk. Ini menyebabkan glitch server, timeout, dan kesalahan tampilan data.
  • Untuk kata “Epstein” di DM: Mereka sedang menyelidiki bug teknis, bukan blokir permanen.
  • Masalah sebagian besar sudah teratasi, tapi kepercayaan pengguna turun drastis.

Beberapa pejabat seperti Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum sensor.

Apa Itu UpScrolled? Alternatif yang Sedang Naik Daun

UpScrolled adalah aplikasi media sosial baru yang melonjak popularitasnya setelah pengambilalihan TikTok. Diluncurkan Juni/Juli 2025 oleh Issam Hijazi (pengembang Palestina-Yordania-Australia, mantan karyawan Oracle dan IBM), app ini didukung Tech for Palestine dan menekankan free speech, no censorship, transparansi, dan umpan kronologis (mirip Instagram lama, tanpa algoritma manipulatif berat).

Fitur utama:

  • Bagikan foto, video pendek, teks, stories.
  • Feed kronologis untuk following + discover berdasarkan likes/comments + randomness.
  • Diklaim netral politik, anti-sensor selektif.
Issam Hijazi by Instagram/ihijazi

Setelah drama TikTok, UpScrolled naik ke peringkat tinggi di App Store AS (bahkan No. 9 atau lebih tinggi di akhir Januari 2026), menarik eksodus pengguna yang kecewa. Server sempat crash karena lonjakan pengguna. Beberapa organisasi seperti CAIR memuji UpScrolled sebagai ruang aman untuk ekspresi bebas, sementara kritikus (misalnya di media pro-Israel) menuduhnya berpotensi antisemit karena latar belakang pendirinya.

Alternatif Lain yang Tidak Dikuasai “Miliarder Jahat”

Selain UpScrolled, ada platform independen atau komunitas kecil yang kurang dikendalikan korporasi besar:

  • Are.na — Untuk kurasi kreatif dan kolaborasi, tanpa algoritma feed.
  • Cosmos — Platform sosial desentralisasi atau indie.
  • Perfectly Imperfect — Komunitas niche.
  • Lainnya seperti Skylight (alternatif TikTok lain yang juga naik, open-source vibe, didukung Mark Cuban).

Namun, seperti disoroti banyak analis: Tidak ada platform sempurna. Semua bisa punya bias, dan kecanduan media sosial tetap risiko. Migrasi ke app baru bukan solusi akhir; lebih baik kurangi ketergantungan ponsel secara keseluruhan.

Kesimpulan

Masalah TikTok AS saat ini lebih ke glitch teknis pasca-takeover daripada bukti sensor sistematis (meski kekhawatiran politik wajar karena kepemilikan baru). Banyak yang pindah ke UpScrolled atau platform indie untuk rasa aman. Pantau update resmi dari TikTok USDS atau sumber terverifikasi, karena situasi masih berkembang cepat.