Viral! Ratusan Warga Texas Gugat SpaceX Gara-Gara Uji Roket Buat Kerusakan di Rumah Mereka

Warga Texas menggugat SpaceX karena uji coba roket Starship merusak rumah mereka. Getaran dan ledakan sonik diklaim sebabkan keretakan struktural hingga jendela pecah.

Zonamalang.com – Perusahaan antariksa milik Elon Musk kini berhadapan dengan dua gugatan hukum yang diajukan ratusan penduduk Texas. Mereka menuduh aktivitas pengujian roket SpaceX telah menimbulkan kerusakan pada properti tempat tinggal mereka.

Kedua gugatan tersebut, yang ditangani oleh tim pengacara yang sama, didaftarkan di wilayah hukum Cameron dan McLennan. Lokasi ini merupakan tempat beroperasinya fasilitas Starbase dan McGregor milik SpaceX. Menurut laporan San Antonio Express-News, gugatan menuduh perusahaan lalai dalam menjalankan kewajibannya.

Para penggugat berargumen bahwa SpaceX gagal melakukan penilaian risiko yang memadai terkait peluncuran wahana Starship. Meski keluhan spesifik dari masing-masing pemilik rumah tidak disebutkan secara detail—yang berpotensi melemahkan posisi gugatan—para pengacara merujuk pada berbagai laporan mengenai dampak yang ditimbulkan.

Kerusakan Struktural Akibat Getaran Dahsyat

Suara bising dan getaran dari pesawat luar angkasa raksasa tersebut disebut telah merusak atap rumah warga. Bahkan, jendela dan pintu kaca dilaporkan pecah berkeping-keping akibat guncangan yang sangat kuat.

“Properti mereka benar-benar retak di bawah tekanan ini, mengalami keretakan pada fondasi, penurunan tanah yang tidak merata, serta integritas struktural yang terganggu,” demikian klaim yang tertuang dalam salah satu dokumen gugatan.

Para penggugat menegaskan bahwa mereka adalah pihak yang tidak bersalah. Rumah-rumah mereka yang berada di sekitar lokasi peluncuran Starbase terus-menerus mengalami kerusakan akibat kebisingan, getaran, dan ledakan sonik dari operasional Starship.

Sejarah Peluncuran yang Penuh Kontroversi

Sejak penerbangan perdananya pada April 2023, Starship telah diluncurkan sebanyak sebelas kali. Beberapa di antaranya berakhir dengan ledakan atau hancur di tengah penerbangan. Peluncuran pertama bahkan menetapkan nada destruktif yang mengkhawatirkan.

Tidak hanya seluruh rakitan roket meledak beberapa menit setelah lepas landas, tetapi perusahaan juga mendapat kritik tajam dari para ahli. Masalahnya terletak pada landasan peluncuran yang tidak menggunakan standar industri untuk meredam kekuatan akustik yang dihasilkan oleh 33 mesin Raptor.

Tanpa sistem peredam yang memadai, bantalan beton menghadapi dorongan sebesar 16 juta pon secara langsung. Hasilnya, landasan tersebut hancur total.

Dampak yang Terus Menghantui Warga

Sejak saat itu, laporan mengenai peluncuran yang mengguncang bangunan, menakuti penduduk, bahkan memecahkan jendela terus bermunculan. Menurut gugatan, Starship menghasilkan “kekuatan dan energi akustik yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Wahana ini menghasilkan dorongan dua kali lipat lebih besar dibandingkan roket raksasa lainnya seperti Saturn V milik NASA atau Space Launch System yang baru. “Namun, operasional Starship SpaceX masih mengandalkan teori model prediksi akustik yang sudah berusia puluhan tahun,” tulis gugatan tersebut.

Dokumen hukum itu mengutip pernyataan resmi dari perusahaan yang mengakui bahwa mereka tidak memiliki data yang cukup untuk memodelkan ledakan Starship dan dampak akustiknya secara akurat.

Serangan Akustik yang Tidak Henti-Hentinya

“Serangan akustik dan seismik ini bukan sekadar ketidaknyamanan sesekali. Ini adalah pemboman tanpa henti yang terjadi setiap hari,” demikian pernyataan dalam gugatan.

Para penggugat menjelaskan bahwa uji pembakaran statis tidak berlangsung singkat. Sebaliknya, pembakaran ini sering kali berlangsung sangat lama—terkadang mencapai hampir enam menit tanpa henti—yang membuat properti di sekitarnya mengalami resonansi akustik dan seismik yang parah dalam waktu lama.

Waktu yang Tidak Tepat bagi SpaceX

Gugatan ini datang di momen yang kurang menguntungkan bagi SpaceX. Perusahaan tengah berencana untuk go public dalam apa yang diperkirakan akan menjadi IPO bersejarah senilai triliunan dolar.

Selain itu, SpaceX juga berada di bawah tenggat waktu ketat untuk menyempurnakan Starship. Wahana ini telah dipilih untuk membawa astronot turun ke permukaan bulan dalam misi Artemis IV milik NASA, yang saat ini dijadwalkan tidak lebih awal dari tahun 2028.