Berita Luar Angkasa: Rusia Gagal Mendarat di Bulan Usai Luna-25 Hilang Kontak

Zona Malang – Baru-baru ini kabar misi Rusia gagal mendaratkan pesawat ruang angksa di Bulan tersebar diberbagai media, hal itu membuat misi Rusia untuk mendaratkan pesawat menjadi gagal total.

Kontak dengan kendaraan luar angkasa hilang setelah kendaraan tersebut didorong ke orbit sebelum melakukan pendaratan di kutub selatan permukaan Bulan. Pendaratan lembut yang semula dijadwalkan pada hari Senin (21/8) waktu setempat harus ditunda.

Roscosmos menyatakan, “Kendaraan tersebut menuju ke orbit yang tak dapat diprediksi dan akhirnya lenyap karena bertabrakan dengan permukaan Bulan.”

Untuk menyelidiki penyebab hilangnya kontak dengan Luna-25 selama misi Bulan ini, sebuah komisi antardepartemen telah dibentuk.

Kegagalan ini menjadi indikasi dari penurunan prestasi luar angkasa Rusia sejak Perang Dingin. Pada masa itu, Moskow mencatat sejarah dengan meluncurkan satelit pertama ke orbit Bumi, yaitu Sputnik 1 pada tahun 1957.

Selain itu, Kosmonaut Uni Soviet, Yuri Gagarin, juga menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada tahun 1961. Namun, kegagalan misi Rusia ke Bulan ini terjadi ketika negara itu sedang menghadapi tantangan eksternal terbesar dalam beberapa dekade, termasuk sanksi Barat akibat perang di Ukraina.

Kegagalan ini diyakini akan berdampak pada program misi ke Bulan yang sedang dikembangkan oleh Rusia. Para ilmuwan Rusia telah berulang kali mengeluhkan manajemen buruk yang mengorbankan program luar angkasa negara ini demi proyek-proyek yang tidak realistis.

Selain itu, kabar tentang korupsi yang merajalela di manajemen program luar angkasa Rusia semakin meruncingkan situasi ini.

“Sungguh menyedihkan bahwa pendaratan kendaraan itu tidak mungkin dilakukan,” kata Mikhail Marov, seorang ahli fisika dan astronomi terkemuka era Soviet yang saat ini berusia 90 tahun.

Ia saat ini sedang dirawat di rumah sakit setelah berita tentang kegagalan misi Luna-25 diumumkan. Namun, detail mengenai penyakitnya tidak diungkap ke publik.

Dalam wawancara dengan Moskovsky Komsomolets, Marov mengharapkan penyebab kegagalan misi Luna-25 akan diungkap dan diselidiki secara cermat.