Aplikasi Clubhouse Menghadirkan Fitur Baru, Chats: Obrolan Audio yang Lebih Pribadi

Zona Malang – Setelah beberapa waktu terdiam, aplikasi audio Clubhouse kembali dengan fitur baru yang menarik. Platform media sosial yang telah menjadi tren selama pandemi COVID-19 ini memperkenalkan kemampuan untuk berkirim pesan suara, yang disebut sebagai Chats.

Chats adalah fitur obrolan audio yang memungkinkan pengguna Clubhouse untuk berkomunikasi dalam grup kecil berdasarkan teman atau pengguna yang mereka kenal. Fitur ini diharapkan akan memberikan pengalaman yang lebih pribadi dalam berinteraksi.

“Seperti ruang di Clubhouse, tetapi berlangsung secara tidak bersamaan, sehingga Anda dapat mampir dan menikmati waktu Anda sendiri,” tulis Clubhouse dalam pengumuman resminya pada Senin (11/9/2023).

Fitur Chats ini dapat dibandingkan dengan Instagram Stories dan grup teks, namun dengan sentuhan audio. Pengguna dapat mengirim pesan suara kepada teman-teman terdekat mereka dengan mudah.

Clubhouse berpendapat bahwa percakapan dalam grup akan lebih cepat dan lebih berwarna daripada menggunakan pesan teks biasa.

Pengguna hanya perlu menekan tombol untuk berbicara, mengetuk dua kali untuk mendengarkan, tap untuk melompati pesan, swipe untuk beralih ke obrolan lain, dan slide untuk berbicara secara pribadi dengan teman.

Clubhouse menjelaskan, “Bertemu di taman, mengobrol berjam-jam, menjadi sahabat, dan jatuh cinta. Mereka melahirkan cara baru untuk tetap berkomunikasi – cara yang memungkinkan Anda mendengar suara teman, bertemu teman, dan menghabiskan lebih sedikit waktu mengetik.”

Clubhouse juga mengamati bahwa penggunaan pesan suara atau voice note telah berkembang pesat di seluruh dunia. Meskipun ada penambahan fitur baru, Clubhouse menegaskan bahwa fitur Live Audio, yang membuat nama mereka dikenal, akan tetap menjadi bagian utama dari platform ini.

Selain perubahan pada fitur, Clubhouse juga telah mengganti model “follow” menjadi “friend” atau pertemanan. Aplikasi baru ini telah dirilis untuk platform iOS dan Android.

Diketahui bahwa popularitas Clubhouse sempat menurun ketika beberapa platform media sosial besar memperkenalkan fitur serupa, seperti Twitter dengan Spaces-nya.

Perubahan besar ini menunjukkan bahwa Clubhouse tengah berusaha untuk fokus pada percakapan yang lebih intim dan personal, bukan hanya pada siaran langsung kepada khalayak yang besar. Pertanyaannya, akankah pengguna kembali ke Clubhouse untuk merasakan pengalaman baru ini?.***