Desa Tawangsari kini menjadi sorotan berkat inisiatif penanaman bibit tomat yang diluncurkan sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan. Dengan investasi sebesar Rp215.000 untuk satu bungkus benih berkualitas yang berisi 10.000 butir, warga desa memiliki kesempatan untuk memulai budidaya tomat secara mandiri, yang diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan mereka.
Kegiatan penanaman ini melibatkan Mahasiswa Kelompok 173 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Malang, yang berpartisipasi aktif dalam setiap tahap proses budidaya. Dimulai dengan persiapan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, sekam, dan kompos, mahasiswa dan warga bersama-sama menaburkan benih secara merata.
Setelah ditutup tipis dengan media tanam, benih disiram dengan air halus untuk menjaga kelembapan, dan wadah ditutup dengan plastik bening berlubang agar tetap lembap. Setelah bibit tumbuh dengan 4-5 helai daun, mereka dipindahkan ke polybag atau lahan bedengan untuk pertumbuhan lebih lanjut.
Mahira, salah satu mahasiswa yang terlibat, menyatakan antusiasmenya terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini memberikan kami kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang kami pelajari di kampus ke dalam praktik nyata. Selain itu, kami belajar pentingnya kolaborasi dengan masyarakat dan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Kami merasa bangga bisa berkontribusi dalam program yang memberikan dampak langsung bagi warga,” ungkapnya.
Warga desa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program ini. Bapak Mul, pemilik lahan yang digunakan untuk penanaman, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para mahasiswa. “Kehadiran mahasiswa KKM sangat berarti bagi kami.
Mereka tidak hanya membantu dalam proses penanaman, tetapi juga memberikan pengetahuan baru tentang teknik bertani yang lebih efektif. Semangat mereka memotivasi kami untuk terus mengembangkan pertanian di desa ini,” tuturnya.
Dengan teknik penanaman yang tepat, bibit tomat diharapkan dapat dipasarkan dalam waktu sekitar dua minggu, membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Tawangsari.
Program ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan secara produktif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan memperkuat kemandirian pangan di desa. Desa Tawangsari kini membuktikan bahwa dengan kerja sama dan langkah-langkah sederhana, keberlanjutan dapat dicapai, membuka harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah bagi masyarakatnya.
Reporter: Azman Fawwazi







