Ajang pencarian bakat dangdut paling populer di Tanah Air, Dangdut Academy (DA) Indosiar, baru saja menyelesaikan musim ketujuhnya pada 26 Desember 2025. Kompetisi ini, yang dimulai sejak 2014, terus menjadi wadah utama bagi talenta dangdut dari berbagai daerah untuk bersinar di panggung nasional, menghadirkan evolusi format yang menyesuaikan tren zaman, termasuk integrasi dukungan digital dari pemirsa.
Sepanjang tujuh musim, DA Indosiar telah melahirkan bintang-bintang dangdut yang beragam, mulai dari penyanyi dengan vokal khas daerah hingga yang mampu menggabungkan elemen modern. Berikut profil singkat para pemenangnya beserta perkembangan karier mereka pasca-kompetisi.
Lesti Kejora dari Cianjur keluar sebagai juara pertama pada 2014. Dengan teknik cengkok mendalam dan penghayatan emosional yang luar biasa sejak usia belia, ia langsung mencuri hati juri dan penonton. Kini, Lesti menjadi salah satu ikon dangdut terbesar, dengan deretan hits, penghargaan prestisius, dan pengaruh kuat di media digital serta televisi.

Pada musim kedua tahun 2015, Evi Masamba dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan, meraih gelar juara. Ia membawa nuansa dangdut Indonesia Timur yang kental dengan suara tebal dan ekspresi panggung energik, serta dukungan fans yang masif. Setelah menang, Evi konsisten berkarya sebagai penyanyi profesional, sering tampil di acara TV dan event hiburan.

Ical Majene dari Sulawesi Barat menjadi pemenang musim ketiga di 2016. Dikenal dengan vokal powerful yang cocok untuk lagu dangdut klasik, ia bertahan di tengah persaingan sengit berkat stabilitas performanya. Kariernya pasca-DA fokus pada penampilan live di daerah dan nasional, dengan basis penggemar loyal.
Musim keempat 2017 dimenangkan oleh Fildan Rahayu dari Baubau, Sulawesi Tenggara. Suara bariton uniknya yang jarang ditemui di dangdut menjadi ciri khas, ditambah kepercayaan diri tinggi di atas panggung. Fildan terus aktif merilis single, manggung off-air intensif, dan tampil di program Indosiar.
Sridevi dari Prabumulih, Sumatera Selatan, menjadi juara termuda pada musim kelima 2018. Meski masih remaja, ia menunjukkan kontrol vokal sempurna dan adaptasi lagu fleksibel. Kini, Sridevi berkembang sebagai penyanyi muda profesional, rutin konser dan membangun citra positif di industri.
Pada 2023, musim keenam dimenangkan Owan Boalemo dari Gorontalo. Dengan energi vokal khas Timur dan kestabilan sepanjang laga, ia merepresentasikan talenta daerah dengan baik. Owan saat ini giat tampil di berbagai panggung dan memperluas jaringan di hiburan nasional.
Terbaru, Tasya dari Tangerang Selatan dinobatkan sebagai juara DA7 pada 2025. Di musim yang sepenuhnya mengandalkan akumulasi virtual gift pemirsa untuk grand final, Tasya unggul dengan sekitar 406-407 juta gift, mengalahkan runner-up Valen. Vokal lembut namun bertenaga serta konsistensi performanya menjadi kunci, meski usianya baru 15 tahun. Kemenangan ini membuka peluang besar baginya di era dangdut digital.
Para juara DA ini membuktikan regenerasi dangdut Indonesia yang kuat, dengan representasi daerah luas dan adaptasi terhadap perubahan teknologi hiburan.
Fakta Menarik: Dangdut Academy telah melahirkan tujuh juara dari berbagai provinsi, termasuk dominasi talenta dari Sulawesi (empat juara), menunjukkan kekayaan variasi gaya dangdut regional di Indonesia.
Saran: Bagi pecinta dangdut, pantau terus perkembangan alumni DA melalui platform streaming dan media sosial, karena banyak dari mereka seperti Lesti dan Fildan sering merilis karya baru. Dukung talenta muda dengan bijak, hindari fanwar, dan nikmati evolusi musik dangdut yang semakin inklusif.
Saran Tambahan: Jika Anda berminat mengikuti ajang serupa, asah skill vokal sejak dini dan ikuti audisi terbuka, karena DA membuktikan bahwa kerja keras dari daerah mana pun bisa membawa ke panggung nasional.







