Cara Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan, Ternyata Boleh dan Begini Caranya!

Apakah boleh Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan? cara baca niat Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan

Zona Malang, 16 Januari 2024 – Memasuki bulan Rajab 1445 H, umat Islam diingatkan akan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan, yaitu puasa Rajab. Bulan ini dianggap mulia dan merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah boleh menggabungkan puasa Rajab dengan qadha Ramadhan?

Menurut informasi dari laman NU, hukum menggabungkan puasa Rajab dan qadha Ramadhan adalah sah. Syekh al-Barizi menyatakan bahwa berniat qadha puasa Ramadhan secara otomatis sudah mendapat pahala puasa Rajab.

Penjelasan ini juga terdokumentasi dalam kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatuth Thalibin. Syekh Zainuddin menjelaskan bahwa puasa sunnah dengan niat puasa mutlak, seperti puasa Rajab, dapat dilakukan tanpa masalah.

Dalam kitab tersebut juga disebutkan bahwa seseorang yang berpuasa qadha (Ramadhan) di hari-hari yang dianjurkan berpuasa, maka pahala keduanya bisa didapat, baik disertai niat berpuasa sunnah atau tidak.

Niat Puasa Qadha Ramadhan:Nawaitu shauma ghodin an qadha’I fardhi syahri romadhoona lillahi taala

Artinya: Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Rajab:Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘ala.”

Penting untuk dicatat, bagi yang memiliki hutang puasa Ramadhan, disarankan untuk lebih dulu berniat mengqadha puasa tersebut. Puasa qadha Ramadhan dianggap wajib, dan dengan berniat melakukan puasa qadha, secara otomatis seseorang juga mendapatkan pahala puasa sunnah.

Semoga informasi mengenai puasa Rajab dan qadha Ramadhan ini bermanfaat bagi umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa.***