Festival Media Pondok Jatim 2024: Gus Ahmad Kafabihi Ajak Konten Kreator Dakwah Lebih Kompeten

BLITAR – Festival Media Pondok Jatim (FMPJ) berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk talkshow yang menghadirkan Gus Ahmad Kafabihi dan Ning Sheila Hasina dari Lirboyo, Kediri. Dalam acara yang digelar di Aula PP. Al-Muhsin Blitar ini, Gus Ahmad, yang akrab disapa Cak Mad, menyoroti fenomena konten jedag-jedug (JJ) yang semakin marak di berbagai platform media sosial.

Cak Mad mengingatkan para konten kreator dakwah di pondok pesantren untuk lebih selektif dan kompeten dalam memproduksi konten. Ia menekankan pentingnya memilih materi yang baik dan mendidik, terutama dalam pemilihan backsound video.

“Menggunakan background jedag-jedug tidak masalah, mengikuti tren kekinian juga tidak apa-apa, asalkan tidak melanggar syariat,” ujarnya, seperti dilansir VIVA Jatim pada Sabtu, 28 Desember 2024.

Lebih lanjut, Cak Mad memberikan peringatan kepada pengurus media pondok agar tidak terlalu sering keluar dari lingkungan pesantren. “Bisa jadi panjenengan terlalu sering keluar menjadikan masyayikh kecewa. Meskipun berprestasi di media, jika dalam keilmuan masih kurang, ini menjadi pekerjaan rumah yang berbahaya,” jelasnya.

Suami Ning Sheila Hasina ini juga menekankan pentingnya sinergitas dalam hubungan antar pengurus dan stakeholder. “Sinergitas yang harus diperhatikan adalah relasi dengan para masyayikh dan keluarga besar pondok pesantren. Dalam berorganisasi, penting untuk memahami komponen masing-masing,” paparnya.

Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas, FMPJ diharapkan dapat menjadi wadah bagi para konten kreator dakwah untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai agama. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong kreativitas dan profesionalisme dalam dunia media pesantren di Jawa Timur.