Misteri Aliran Ahlussunnah wal Jama’ah: Menguak Kiswah Perdana

MALANG, Zona Malang – Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) merupakan salah satu ciri khas dari Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Aswaja memiliki dasar-dasar akidah yang berbeda dengan aliran Syi’ah dan Khawarij kontemporer, juga dikenal sebagai Salafi-Wahabi.

Dalam sebuah acara Kiswah Perdana yang diselenggarakan oleh Aswaja Center Jawa Timur, Kiai Haji Miftahul Akhyar menyampaikan pemahaman mendalam mengenai Aswaja an-Nahdliyyah. Beliau menjelaskan bahwa Aswaja adalah jalan tengah antara ekstremitas Syi’ah dan Khawarij, yang memiliki karakteristik tersendiri.

Salah satu ciri khas Aswaja adalah sikap moderasi dan keseimbangan dalam beragama. Aswaja tidak condong ke kanan maupun ke kiri, melainkan tetap berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Hal ini berbeda dengan Syi’ah yang cenderung ekstrem dalam mencintai Ahlul Bait, serta Khawarij yang ekstrem dalam masalah hukum dan politik.

Dalam bidang akidah, Aswaja berpegang pada prinsip Asy’ariyah dan Maturidiyah. Ini berbeda dengan Syi’ah yang memegang paham Imamah dan Khawarij yang memegang paham Qadariyah. Aswaja juga memiliki pemahaman yang seimbang antara Jabariyah dan Qadariyah, tidak condong ke salah satu ekstrem.

Selain itu, Aswaja juga memiliki ciri khas dalam masalah furu’ (cabang) agama, seperti fikih dan tasawuf. Aswaja mengambil jalan tengah antara ekstremitas Syi’ah dan Khawarij, serta mempertahankan tradisi dan budaya Islam Nusantara yang khas.

Kiai Miftahul Akhyar menegaskan bahwa Aswaja merupakan jalan yang lurus, yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Aswaja tidak condong ke kanan maupun ke kiri, melainkan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam yang moderat dan seimbang.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Miftahul Akhyar juga menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran Aswaja an-Nahdliyyah. Menurutnya, Aswaja tidak hanya menjadi ciri khas NU, tetapi juga menjadi identitas umat Islam di Indonesia yang moderat dan toleran.

Pemahaman yang mendalam tentang Aswaja diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan umat Islam, serta menjadi benteng dalam menghadapi paham-paham ekstremis yang dapat merusak persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Acara Kiswah Perdana yang diselenggarakan oleh Aswaja Center Jawa Timur ini merupakan salah satu upaya untuk menyebarluaskan pemahaman Aswaja an-Nahdliyyah di kalangan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi-organisasi Islam lainnya untuk terus memperkuat identitas dan ajaran Islam yang moderat dan toleran di Indonesia.