Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) UB Kembali Digelar di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang

Zona Malang – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., secara resmi membuka Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) ke-44 di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang pada 23 Januari 2024.

WR 3 UB mengapresiasi kegiatan yang telah menjadi tradisi FT selama 46 tahun ini. Meskipun terhenti selama 2 tahun akibat pandemi, beliau berharap KKM ke-44 ini menjadi awal yang baik untuk pengabdian-pengabdian di masa depan.

“Meski absen selama 2 tahun karena pandemi, esensi kegiatan KKM ke-44 ini semoga menjadi jiwa bagi pengabdian yang berkontribusi lebih besar lagi di kemudian hari,” ujar WR 3 UB.

Kepala Desa Ketindan, Artining S.Sos, turut mengapresiasi kegiatan KKM yang dilaksanakan untuk kedua kalinya di desa mereka. Ia menyatakan bahwa kesuksesan KKM tahun 2018 memberikan dampak positif dan memberikan manfaat bagi Ketindan.

Baca Juga:Polsek Lawang dan Tim Gabungan Bersinergi Evakuasi Pohon Tumbang di Desa Wonorejo Lawang

Usai upacara pembukaan KKM VLIV, pimpinan universitas dan perangkat desa melakukan penanaman pohon di wilayah Ketindan TRAD (Tertata, Rapi, Alami, dan Desa). Jenis pohon yang ditanam mencakup Tabebuya, Kenari, Genitri, Mundu, Bisbull, Gayam, Kayu Manis, dan Kepel, serta berbagai tanaman hias.

Selain penghijauan, peserta KKM XLIV Putra terlibat dalam perbaikan jalan (pavingisasi), perbaikan drainase lahan, pembangunan konstruksi jembatan, dan instalasi penerangan jalan umum. Pemasangan PJU dengan solar panel sebanyak 10 titik juga berhasil diselesaikan.

Peserta putri, sementara itu, terlibat dalam berbagai aktivitas seperti dapur umum dengan pengawasan TNI, pembuatan kerajinan tangan berupa tas dari bungkus kopi kemasan, mengajar di SMPN 3 Lawang, dan sosialisasi pembuatan Eco-Enzyme di Balai Desa Ketindan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat MABA Teknik ini melibatkan 1.020 peserta yang akan mengabdi di Desa Ketindan mulai tanggal 22 hingga 25 Januari 2024. Mahasiswa baru putra fokus pada proyek lapangan, sedangkan maba putri melaksanakan penyuluhan, mengajar di sekolah, dan kegiatan sosial lainnya.***